Dua Polisi Diserang di Mapolsek Pelaku Bersenjata Tajam

SURABAYA—Seorang pria yang akhirnya diketahui bernama Imam Musthofa tiba-tiba menyerang petugas Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8).

redaksi@koransolo.co

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan, Minggu pagi pihaknya sudah menjenguk Aiptu Agus Sumartono yang dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim.
”Alhamdulillah pagi ini saya sudah membesuk anggota yang menjadi korban di RS Bhayangkara,” kata Sandi saat dihubungi detikcom di Surabaya, Minggu (18/8).
Tak hanya itu, Sandi mengatakan Aiptu Agus telah menjalani operasi. Diketahui, kondisi Aiptu Agus juga semakin membaik pascaoperasi. ”Hasilnya positif sudah dilaksanakan operasi dan hasilnya membaik,” imbuh Sandi.
Sandi mengatakan Agus mengalami beberapa luka bacokan. Ada luka di pipi, kepala bagian belakang hingga tangan. Sementara Brigadir Febian mengalami lebam-lebam. ”Luka di kepala, tangan, dan di belakang (kepala), luka jahitan,” pungkas Sandi.
Setelah Polsek Wonokromo diserang seseorang tak dikenal, polisi melakukan peningkatan keamanan. Polrestabes Surabaya dan jajaran diperintahkan menjaga betul markas komando (mako) masing-masing.
Kombes Sandi Nugroho memerintahkan jajarannya untuk lebih bersiaga hingga melengkapi petugas dengan senjata api. ”Siagakan mako, awasi kendaraan-kendaraan dinas dan lengkapi personel jaga dengan senpi,” kata Sandi di Polsek Wonokromo Surabaya.
Selain itu, Sandi juga ingin para anggota lebih meningkatkan kerja sama tim. Dalam artian tidak melakukan tugas sendirian. ”Anggota tidak ada yang melaksanakan tugas sendirian, saling mengawasi dan dilengkapi dengan senpi khususnya yang patroli dan jaga mako,” imbuhnya.
Sedangkan untuk pintu gerbang, semua polsek diberlakukan satu pintu untuk masuk dan keluar. Seluruh tamu juga akan diminta meninggalkan identitas. ”Terakhir, segera ajukan back up personel bila sewaktu-waktu butuh perkuatan dan laporkan setiap perkembangan pada kesempatan pertama,” tandas Sandi.
Pelaku penyerangan Polsek Wonokromo Surabaya, Imam Musthofa melakukan aksinya sendiri. Polisi mengungkap motif sementara yang dilakukan pelaku. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan motif sementara pelaku yakni mengaplikasikan apa yang telah dia pelajari melalui media sosial. Hal tersebut, imbuh Barung, dipelajari Imam secara otodidak.
”Sementara sudah. Itu mengaplikasikan apa yang dipelajari di medsos dengan mengamaliyahkan,” kata Barung di Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani Surabaya.
Barung menambahkan pihaknya juga telah memeriksa istri dan membawa serta anak Imam untuk dimintai keterangan. Kini, kasus ini masih dalam penyelidikan Densus 88 dan Polda Jatim.
”Diambil alih Densus 88 Mabes Polri. Kami penyelidikan mulai dari Surabaya ke tempat kos istrinya. Istri dan anaknya sudah dimintai keterangan dan itu sudah kewenangan Densus 88. Kita periksa di satu tempat,” paparnya.
Video CCTV yang menampilkan pria bernama Imam Musthofa saat menyerang Polsek Wonokromo beredar. Video tersebut memperlihatkan detik-detik saat Imam menyerang anggota Polsek Wonokromo.
Video berdurasi 4 menit 54 detik ini menampilkan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sejak Sabtu pukul 16.34. Di rekaman CCTV terlihat ada Aiptu Agus Sumartono sedang melayani Imam yang melapor.
Lalu tiba-tiba, Imam pun menyabetkan pisau panjang ke arah Agus. Agus mencoba menghindari namun dia tetap terkena sabetan. Akhirnya, Agus mampu menghalau Imam dan membuat pisau Imam terjatuh. Namun, Imam masih memiliki senjata lain yakni celurit yang diambil dari punggungnya untuk kembali digunakan menyerang Agus.
Lalu, ada polisi lain yang datang untuk membantu Agus. Polisi tersebut juga menjadi salah satu sasaran Imam. Setelah itu, ada beberapa petugas Polsek Wonokromo yang berlarian membantu Agus. Akhirnya, Imam langsung ditangkap beberapa polisi. Anggota juga melakukan beberapa upaya untuk melumpuhkan Imam.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan kini Imam masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim. Pihaknya akan menyelidiki keterlibatan Imam dalam ISIS dan jaringannya di Indonesia. ”Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk jaringannya, Itu nanti porsi Densus 88 ya. Kuat dugaan ke arah sana. Sementara dia menyerang perorangan,” kata Barung. (Detik/JIBI)