Tambang Pasir Dikhawatirkan Merusak Kali Progo

SLEMAN—Warga Dusun Plataran, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel keberatan dengan adanya aktivitas tambang pasir dan batu di Sungai Progo yang terletak di sebelah Selatan Dusun. Aktivitas tersebut dikhawatirkan membahayakan lingkungan dan menyebabkan longsor.
Pantauan di lapangan terlihat aktivitas penambangan tersebut menggunakan beberapa alat berat, lokasinya berada di tempuran Sungai Krasak dan Kali Progo yang merupakan wilayah perbatasan Kecamatan Tempel dengan Kecamatan Minggir.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, aktivitas penambangan tersebut membahayakan lingkungan, terutama akan menyebabkan arus Sungai Progo menjadi deras, sehingga pulau di tengah sungai yang ada di wilayah Banyurejo dan menjadi penyangga Dusun Plataran akan hilang tergerus arus sungai. “Lambat laun bisa menyebabkan wilayah Plataran longsor,” kata dia, Minggu (18/8).
Ia mengatakan, aktivitas penambangan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, waktu operasional alat-alat berat hingga malam hari juga mengganggu warga. “Suara alat berat mengganggu istirahat, karena beroperasi hingga malam hari,” ucap dia.
Ia menjelaskan, warga telah menyampaikan keberatan atas aktivitas penambangan tersebut ke pihak Desa agar bisa diteruskan ke instansi terkait. “Harapannya aktivitas penambangan bisa ditinjau ulang,” ucap dia.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emy Retnosari mengatakan, pada Jumat (16/8) lalu pihaknya telah mengundang pihak Desa maupun Kecamatan untuk berkoordinasi terkait dengan keberatan masyarakat atas aktivitas tambang tersebut.
“Karena kewenangan izin penambangan itu kan di provinsi. Sehingga kami sebetulnya hanya memfasilitasi saja, keberatan warga itu apa, permasalahannya itu apa, nanti akan kami sampaikan ke yang berwenang yakni Provinsi,” kata dia.
Berdasarkan keterangan yang diterima, kata dia, aktivitas penambangan tersebut memiliki izin. Lokasi izin penambangan tersebut di Kecamatan Minggir. “Tapi karena penambangan itu berbatasan dengan Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, sehingga ada permasalahan dari masyarakat desa kaitannya dengan lingkungan, yang khawatir wilayah longsor karena dikeruk,” kata dia. (Yogi Anugrah/Harian Jogja/JIBI)