BOS Daerah SMA/SMK Swasta Jateng Jadi Rp200 Miliar

SOLO— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal menaikkan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) daerah untuk SMA/SMK swasta pada 2020 mendatang.
Jika pada 2019 anggaran BOS daerah untuk SMA/SMK swasta di Jateng mencapai Rp100 miliar, tahun depan jumlahnya naik dua kali lipat menjadi Rp200 miliar lebih.
”Tahun ini kan [BOS] untuk swasta juga kami beri. Tahun ini [2019] anggarannya sekitar Rp150.000 per anak. Totalnya sekitar Rp100 miliar. Tahun depan kemungkinan naik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, kepada Koran Solo, Jumat (23/8).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Jumeri menambahkan penam­bahan BOS daerah dari Pemprov Jateng untuk siswa SMA/SMK swasta pada 2020 itu masih dibahas DPRD Jateng. Penambahan BOS daerah, kata Jumeri, akan diputus dalam rapat paripurna DPRD Jateng, Oktober nanti. ”Jadi, saya minta masyarakat bersabar. Enggak usah terlalu berspekulasi. Tapi, pastinya bantuan untuk sekolah swasta juga kami pikirkan,” ujar Jumeri.
Selain SMA/SMK swasta, Pemprov Jateng memberikan bantuan bagi SMA/SMK negeri. Bahkan, Jateng berencana menggratiskan SPP bagi siswa SMA/SMK negeri dari kalangan ekonomi tidak mampu yang nilainya mencapai Rp1,6 triliun.
Sebagaimana diberitakan Koran Solo beberapa waktu lalu, siswa SMAN di Jawa Tengah mendapatkan BOS Rp1,4 juta/tahun dan bantuan operasional provinso (BOP) Rp1 juta/tahun dengan total Rp2,4 juta/tahun. Sedangkan siswa SMKN di Jateng mendapat kucuran BOS Rp1,6 juta/tahun dan BOP Rp1 juta/tahun dengan total Rp2,6 juta/tahun.
Menurut data dapo.diksasmen.kemendikbud.go.id, jumlah siswa SMA dan SMK baik swasta maupun negeri di Jawa Tengah mencapai 404.748 dan 769.327. Sementara itu, di Solo jumlah siswa SMA sebanyak 17.193 dan SMK 23.792.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, mengatakan program BOS daerah tersebut bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas kesempatan masyarakat untuk menempuh jenjang SMK dan SMA.
Penambahan BOS daerah itu masih dalam pembahasan dan akan disampaikan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah. Dana untuk BOS daerah ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah 2020.
Menurut Suyanta, BOS daerah bisa menurunkan biaya sekolah khususnya di sekolah swasta sehingga lebih terjangkau. “Nilai dananya kami belum tahu, teknisnya seperti apa, saat ini masih dalam tahap perencanaan, menunggu persetujuan DPRD Provinsi Jawa Tengah. Kemungkinan Oktober nanti, kita lihat seperti apa,” tuturnya. (JIBI/Fachruddin Aji)