Bobol Konter HP, WNA Afrika Ditangkap

SOLO—Jajaran Polsek Banjarsari, Solo, menangkap seorang warga negara Pantai Gading bernama Kokou Innocent lantaran diduga membobol toko (konter) ponsel D’Nom milik Sudarmadi di Jl. Popda Nomor 031, Nusukan, Banjarsari, Sabtu (24/8) pukul 03.30 WIB.
Diduga dia beraksi seorang diri setelah berbulan-bulan terkatung-katung di sejumlah kota di Tanah Air seperti Jakarta dan Solo. Tersangka ditangkap di tempat indekosnya di Kampung Sekip, Kelurahan Banjarsari, Sabtu pukul 20.30 WIB.
Penjelasan itu disampaikan Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai melalui Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, Kamis (29/8). “Tersangka merusak gembok saat situasi sepi menggunakan linggis yang dia dapatkan di belakang konter,” terang dia.
Setelah berhasil merusak gembok dan masuk ke dalam konter, tersangka langsung mengambil barang-barang seperti 12 ponsel (HP) berbagai merek, laptop, kartu perdana, voucher, modem, uang receh Rp600.000 dan uang kertas Rp150.000.
Barang-barang itu dia masukkan ke kantong plastik yang dia dapatkan di dalam konter. Setelah menjalankan aksinya Kokou langsung kembali ke tempat indekosnya. Aksi pencurian tersebut diketahui pemilik konter, Sudarmadi, Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Sudarmadi lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjarsari yang langsung menindaklanjutinya dengan melakukan olah TKP. “Alhamdulillah belum sampai 24 jam tersangka pelaku pencurian bisa kami tangkap di tempat indekosnya,” imbuh Fadli.
Dia menerangkan tersangka Kokou nekat membobol konter HP lantaran kehabisan uang setelah telantar beberapa bulan. Kokou tiba di Jakarta, Indonesia pada November 2018 menggunakan visa berkunjung. Dia di Solo sejak Juli 2018.
Dia datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan temannya yang juga berasal dari Afrika. Tapi beberapa waktu lalu temannya itu kembali ke Afrika. Sedangkan Kokou tetap bertahan di Indonesia. Dalam perkembangannya dia kehabisan uang.
Akhirnya Kokou terkatung-katung di Jakarta dan berpindah ke Solo. “Setelah kami selidiki ternyata tersangka juga merupakan target operasi Kantor Imigrasi kare­na visa berkunjungnya sudah ha­bis. Kami sudah koordinasi,” urai dia.
Berdasarkan penyidikan polisi, ter­sangka mengaku baru me­lakukan tindak kriminalitas di Nusukan. Tapi polisi masih terus mengembangkan penyidikan ter­masuk kemungkinan keterlibatan dengan sindikat WNA. (Kurniawan)