Kasus BUM Desa Ponggok Berlanjut Polisi Bakal Periksa Saksi Ahli Kemendes

KLATEN—Satreskrim Polres Klaten bakal memintai keterangn saksi ahli dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasnmigrasi (Kemendes PDTT). Polisi perlu menggali peraturan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.
Berdasarkan data yang dihimpun Koran Solo, polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi dalam menangani laporan dugaan penyelewengan dalam jabatan di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok. Selain memintai keterangan pelapor, Edhi Santoso Aribowo, polisi sudah memintai keterangan saksi lainnya, seperti ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), direktur dan bendahara BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Inspektorat Klaten, dan pihak ketiga di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.
Kali terakhir, polisi juga sudah memintai keterangan Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono beberapa waktu lalu.
“Kami berencana ke Kemendes di Jakarta guna menelusuri peraturan BUM Desa. Ini baru diagendakan lebih lanjut terkait waktunya. Intinya, kami ingin mengetahui peraturannya terlebih dahulu. Seperti yang diketahui, BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok itu berdiri pada 2009.
Sedangkan, peraturan BUM Desa ditetapkan 2014. Kami ingin mengetahui hal itu,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (29/8).
Disinggung tentang hasil eksternal audit keuangan BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, AKP Dicky Hermansyah mengaku belum menerima hasilnya. Hasil tersebut bakal dijadikan sebagai pembanding hasil audit keuangan secara internal di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.
Sebagaimana diketahui, Kades Ponggok, Junaedi Mulyono, mendatangi Mapolres Klaten, Selasa (13/8) malam. Waktu itu Polres Klaten tidak memiliki agenda memintai keterangan ke Junaedi di malam hari tersebut. Polres Klaten mengagendakan memintai keterangan Junaedi Mulyono, Senin (12/8). (Ponco Suseno)