Diduga Cabuli Siswi Guru SD Dilaporkan ke Polisi

SLEMAN—Seorang oknum guru SD di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Seyegan berinisial SU dilaporkan ke Polres Sleman.

redaksi@koransolo.co

Guru itu dilaporkan karena diduga berbuat cabul kepada 10 siswa saat mengikuti perkemahan Hari Pramuka beberapa waktu lalu.
Salah satu orang tua korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, peristiwa dugaan pencabulan tersebut bermula saat murid kelas VI di SD tersebut melakukan kegiatan perkemahan selama tiga hari mulai dari 13, 14 dan 15 Agustus di wilayah Mororejo, Tempel, Sleman.
“Saya ke sana pada 14 Agustus. Saya nanya ke anak-anak. Tadi malam bisa tidur tidak? Lalu dijawab tidak bisa karena ada pak guru di tenda,” kata salah satu orang tua korban kepada Harian Jogja (grup media Koran Solo), Selasa (10/9).
Merasa curiga, orang tua siswa itu pun bertanya kepada siswa apa yang dilakukan guru tersebut kepada mereka. Dari pengakuan beberapa siswa, ada siswa yang mengaku di pegang payudara dan kemaluannya oleh oknum guru tersebut. “Habis kejadian kemah saya bersama orang tua lainnya langsung melaporkan ke kepala sekolah,” ucap dia.
Namun, saat ditunggu beberapa hari, belum ada tindakan dari sekolah. Salah satu orang tua korban lainnya pun melaporkan hal tersebut ke UPT Pelayanan Pendidikan, akhirnya dilakukan pertemuan antara orang tua korban, sekolah, pihak UPT, Polsek, serta oknum guru yang diduga melakukan pencabulan.
“Saat pertemuan orang tua korban mengamuk dan marah-marah. Guru tersebut diamankan. Pihak UPT pun menyarankan untuk melapor ke Polres Sleman,” ucap dia.
Salah satu orang tua korban pun membuat laporan ke Polres Sleman, Kamis (22/8) atas nama empat orang korban untuk mewakili total 10 korban.
“Setelah kejadian pencabulan tersebut, oknum guru yang merupakan wali kelas VI tersebut tidak aktif mengajar lagi. Namun beberapa hari ini, guru tersebut datang lagi ke sekolah,” ucap dia.
Dari laporan polisi bernomor LP/592/VII/2019/SPKT tertanggal 22 Agustus yang diterima Harian Jogja, ada empat siswa yang menjadi korban dugaan tindak pidana pencabulan tersebut. Keempatnya merupakan warga Seyegan.
Saat dimintai konfirmasi, KBO Reskrim Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo, membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu oknum guru salah satu SD Negeri di Seyegan. Saat ini, kata dia, proses pemeriksaan masih berlangsung. Beberapa saksi juga sudah dipanggil.
“Laporan sudah diterima unit PPA, sekarang masih proses penyelidikan dengan memeriksa saksi,” ujar Iptu Bowo kepada Harian Jogja, Selasa (10/9). (Yogi Anugrah/Harian Jogja/JIBI)