SEKTOR UNGGULAN UKM Solo Dilirik Dealer Besar

SOLO—Salah satu usaha kecil dan menengah (UKM) di Solo, CV Kurnia Teknik, dilirik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk bekerja sama menyediakan spareparts industri otomotif tersebut.

Bayu Jatmiko Adi
redaksi@solopos.co.id

ADM adalah agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Daihatsu di Indonesia. Sebagai ATPM, ADM merupakan satu-satunya perusahaan yang berhak mengimpor, merakit, dan membuat kendaraan bermerek Daihatsu di Indonesia.
CV Kurnia Teknik yang berbasis usaha di Jebres, Solo, itu merupakan satu dari total tujuh UKM di Soloraya yang dinilai potensial sehingga digandeng dalam program pengembangan sektor unggulan logam oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). YDBA meresmikan sektor unggulan logam sekaligus meresmikan kantor cabang baru di Solo, Selasa (10/9).
Jawa Tengah, termasuk Soloraya, dinilai sebagai daerah potensial untuk pengembangan sektor unggulan logam. Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja, mengatakan pembukaan sektor unggulan tersebut diharapkan mendorong pelaku UKM mengikuti standar industri besar. ”Cita-cita sederhananya adalah bagaimana mereka [pelaku usaha] bisa berproduksi secara konsisten mengikuti standardisasi industri besar,” kata dia kepada wartawan saat ditemui di Solo, Selasa.
Di Solo, YDBA fokus dalam produksi sektor logam, termasuk produk peralatan pendukung produksi. Pada tahap awal ada tujuh UKM yang terlibat. Ke depan bisa berkembang dan bertambah menjadi 20 UKM yang nantinya bisa tergabung dalam wadah koperasi.
Pada tahap awal, program sektor unggulan di Solo melibatkan tujuh UKM yang bergerak di bidang manufaktur, khususnya jasa machining, plastic injection, dan welding. Proses peresmian sektor unggulan logam Solo ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara YDBA, UKM Solo, dan PT ADM yang akan berperan sebagai ayah angkat pada program sektor unggulan tersebut.
PT ADM berkomitmen turut serta mengembangkan kapasitas UKM sekaligus memberikan order berupa bar connector dan bracket untuk komponen mesin produksi PT ADM. Sementara itu, CV Kurnia Teknik memproduksi sparepart mesin industri dan produk plastik berupa tutup kemasan oli.
”Untuk permesinan kami sudah mulai sejak 2007,” kata pemilik CV Kurnia Teknik, Sarwoko, kepada wartawan di bengkelnya, Selasa.
Dia menjelaskan awalnya dia tidak tertarik untuk mengikuti program pengembangan sektor unggulan dari YDBA. Hal itu karena program tersebut bukan hanya menuntut hasil produksi, namun juga proses kerja yang profesional.
”Harus bersih, harus kerja pakai sepatu, dan sebagainya. Padahal kerja tanpa sepatu saja sudah nyaman-nyaman saja. Tapi ternyata semua itu ada manfaatnya, yaitu untuk keamanan kerja. Kondisi bengkel yang rapi dan bersih mendukung peningkatan produktivitas. Biasanya cari obeng sulit ketemu, dengan pembiasaan menempatkan peralatan di tempatnya, jadi mudah ketemu sehingga kerja lebih cepat,” kata dia.
Ketua Pembina YDBA, Gita Tiffany Boer, menambahkan salah satu tujuan pengembangan sektor unggulan logam karena potensinya yang besar. ”Kebetulan di Astra kami punya pabrik motor dan mobil. Kemudian kami lihat yang terdekat adalah [produk] logam. Kami bersama tim melihat ke beberapa daerah. Di sini kami melihat cukup potensial untuk kerja sama dengan YDBA,” ujar dia.
Program pengembangan UKM itu melibatkan komunitas UKM sejenis dengan tujuan mengubah sentra industri tradisional menjadi sentra industri modern yang sesuai standar industri besar. Sektor unggulan logam Solo merupakan sektor unggulan ke-17 yang dikembangkan YDBA.
Sebelumnya, YDBA telah mengembangkan 16 sektor unggulan dengan berbagai industri di beberapa daerah, seperti industri logam di Tegal, Klaten, Waru Sidoarjo, dan Citeureup Bogar; budi daya perikanan di Sangatta Kalimantan Timur; budi daya padi organik di Bontang, Kalimantan Timur; hortikultura di Tapin Kalimantan Selatan; bengkel otomotif roda empat di Yogyakarta dan Waru Sidoarjo; serta industri gula semut di Tabalong Kalimantan Selatan.