Alkohol 96% & Pewarna Kue Bahan Miras Oplosan

ICHSAN KHOLIF RAHMAN

SOLO—Peracik minuman keras (miras) oplosan yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia, Sigit Seno Susanto, 46, menggunakan alkohol berkadar 96 persen sebagai bahan baku pembuatannya.
Warga Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, ini juga mencampurkan air buah kawista sebagai aroma dan pewarna makanan bahan baku pembuatan kue.
Dalam rilis kasus di Mapolresta Solo, Jumat (13/9), Sigit mengaku baru satu bulan terakhir membuat miras oplosan yang merenggut nyawa lima orang itu. Ia mengaku juga ikut mencoba miras itu namun tidak bereaksi apa pun serta dalam keadaan sehat.
Dia mengaku sudah membuat miras oplosan sejak 1990. Namun, pada 2001 ia sempat berhenti membuat miras dan merantau ke Jakarta.

Pada tahun ini ia kembali ke Solo, lantas pada Agustus lalu kembali membuat miras oplosan berdasarkan pesanan.
“Tidak belajar dari siapa-siapa cara membuat [miras oplosan] ini, tahu-tahu bisa membuat sendiri. Campurannya alkohol berkadar 96% dicampur air mineral 1,5 liter, air buah kawista supaya wangi, pewarna makanan bahan kue, dan bahan membuat jamu seperti kapulaga, secang, adas pulowaras. Seluruh bahan itu ia campur ke dalam jeriken untuk diproses hingga siap jual. Alkohol itu murah harganya, cuma Rp70.000 untuk satu liternya,” ujarnya.
Ia mengaku menjual miras oplosan berukuran 1,5 liter senilai Rp50.000 sedangkan kemasan 600 ml senilai Rp20.000. Ia menjelaskan tidak mencampur metanol dalam miras oplosan itu. Seluruh bahan-bahan pembuatan ia membeli di supermarket.
Ia menambahkan setelah mengetahui mirasnya membuat lima orang meninggal dunia pada Rabu (11/9), ia ketakutan lantas menyerahkan diri ke Mapolsek Jebres.
Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, mengatakan kejadian bermula pada Minggu (8/9) saat kelima korban mencoba miras sampel dalam kemasan berukuran 600 ml.
Lantas, pada Senin (9/9), Agilimianto alias Agik membeli kembali miras oplosan dalam kemasan botol air mineral berukuran 1,5 liter yang disebutnya “gingseng” dan diminum bersama rekan-rekannya di bantaran Sungai Bengawan Solo, Sewu, Kecamatan Jebres, sembari memancing ikan.
Keesokan harinya, lima orang itu meninggal dunia secara bertahap yakni Budiyono alias Ateng, Agilimianto alias Agik yang merupakan warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Joko Semedi alias Setep, Supardi alias Klowor, dan Pudiharto alias Iput, warga Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. (JIBI)