FILM WARKOP DKI REBORN Kritik Sosial Semakin Sedikit

redaksi@koransolo.co

Dalam film-film ter­dahulu, Warkop DKI kerap menghadirkan guyonan yang sarat dengan kritik sosial. Kritik itu dikemas dalam komedi satir dan slapstick.
Pada film terbarunya, Indro “Warkop” mengatakan kritik tersebut masih ada. Akan tetapi dibalut dengan porsi yang tidak sebanyak pada film-film sebelumnya.
”Masih, tapi tipis. Di sini sekarang ini tipis sekali, karena sebetulnya yang perlu dikritisi adalah sikap kita sebagai bangsa ini, moralitas bangsa ini,” ujar Indro kepada Detikhot, Kamis (12/9).
Indro mengenang saat masih bermain film bersama dua rekannya, Dono dan Kasino. Mereka kerap melakukan riset yang panjang dan mengumpulkan data untuk mengolahnya menjadi kritik yang dilontarkan lewat guyonan.
”Kadang kami juga membatasi kritik sosial kami di zaman dulu, karena ada beberapa kritik yang justru membuat resah,” cerita Indro. ”Di zaman segitu, kami nggak boleh kritik sembarangan, kami harus ada data, walaupun yang keluar opini, tapi kami harus selalu ada data,” sambungnya.
Warkop DKI Reborn 3 berkisah tentang Dono (Aliando Syarief), Kasino (Adipati Dolken), dan Indro (Randi Danistha) yang berpetualang menguak kasus pencucian uang di industri perfilman. Film tersebut disutradarai oleh Rako Prijanto dan tayang mulai Kamis. Sebelumnya pemeran Dono, Kasino dan Indro dimainkan Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro.
Abadi
Film itu tak semata-mata membuat kembali film Warkop DKI yang telah ada sebelumnya. Dengan cerita baru, film tersebut bertujuan membuat karakter ikonik Dono, Kasino, dan Indro tetap abadi dikenal dari waktu ke waktu meski tak lagi diperankan oleh pemain aslinya.
”Ini kan melestarikan, bukan menggantikan. Karakter kami kan nggak selamanya ada di zaman kami. Warkop DKI kan berjalan. Pasti ada perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan zaman,” kata Indro.
Menurutnya, perubahan diperlukan agar film Warkop DKI Reborn tetap relevan dengan kondisi sosial yang ada di masyarakat saat ini. ”Kalau kami hanya remake, itu bukan meneruskan, tapi cuma ngingetin saja. Kami ingin bahwa ada kreativitas di situ, sepert inovasi yang selalu dibuat Warkop. Kami ingin tetap ada. Karakternya bukan hanya secara fisik, tapi ya secara karakter,” terang Indro lagi. (JIBI)