KONGRES SAMPAH 99 Pejabat & 27 Pengusaha Berkumpul

SEMARANG–Sekitar 99 pejabat provinsi dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menghadiri kongres sampah di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu-Minggu (12-13/10).
Selain pejabat pemerintahan, acara yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) itu juga akan diikuti 27 pemilik perusahaan, 77 akademisi, dan 26 orang praktisi atau aktivis lingkungan.
ketua Panitia, Putut Yulianto, mengatakan kongres sampah yang perdana digelar di Tanah Air itu bakal menghadirkan sederet pejabat pemerintah pusat hingga perangkat desa. Keterlibatan elemen pejabat sangat diperlukan untuk menentukan formula yang tepat dalam penanganan sampah.
“Harapannya nanti di kongres bisa dikeluarkan keputusan yang mengikat pemerintah pusat hingga desa. Makanya harus hadir semua,” ujar Putut, Kamis (10/10).
Keputusan tersebut, lanjut Putut, bisa berupa regulasi dan turunannya sampai tingkat eksekusi. Misalnya terkait infrastruktur, edukasi hingga pembagian tugas di setiap sektor pemerintahan.
Regulasi itu pun bakal jadi rujukan pemerintah kabupaten/kota di Jateng dalam menentukan kebijakan penanganan sampah di wilayah masing-masing.
”Ketiga hal itu kan saling mengikat dan mendukung [infrastruktur, edukasi, dan pembagian tugas]. Kalau hanya infrastruktur tanpa edukasi ke masyarakat ya percuma. Juga tanpa adanya pembagian tugas yang jelas tidak ada gunanya kongres yang diikuti 1.500 orang ini,” katanya.
Untuk itu selain pemerintahan, kongres sampah juga diikuti pengusaha, aktivis peduli sampah, akademisi dan masyarakat. Putut menjelaskan, keterlibatan mereka akan sangat membantu keberlangsungan kongres terutama terkait data, riil aksi dan pola edukasi.
”Untuk pengusaha yang konfirm hadir ada 27 perusahaan yang punya keterkaitan dengan sampah. Praktisi ada 26 orang. Bahkan untuk komunitas ada 43 kelompok yang bakal hadir, bahkan perkumpulan pemulung,” ujarnya.
Seluruh elemen itu bakal mengikuti segenap rangkaian acara kongres, dari pameran hingga sidang komisi. Dalam sidang komisi nanti semua elemen bakal mengeluarkan argumen, ide, serta aspirasi terkait penanganan sampah. (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)