ANGIN KENCANG SAPU KARANGANYAR Tembok Roboh Timpa Warga hingga Meninggal

Istimewa
TEMBOK RUNTUH: Warga berkerumun di sekitar lokasi runtuhan tembok akibat terjangan angin kencang di Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jumat (11/10).

WAHYU PRAKOSO

KARANGANYAR—Angin kencang menerjang Kabupaten Karanganyar, Jumat (11/10). Seorang warga meninggal dunia akibat tertimpa tembok setinggi 3 meter yang roboh karena angin kencang.
Kejadian nahas itu menimpa warga Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Agus Wahyudi, 41, sekitar pukul 11.30 WIB. Korban tertimpa bangunan pagar ketika perjalanan menuju masjid untuk Salat Jumat.
Kepala Dusun Banaran, Guntoro, menjelaskan korban berjalan kaki menuju Masjid Al Maming.

Ketika melintasi jalan, pagar Vila Bengawan tiba-tiba ambruk karena tak kuat menahan terjangan angin kencang. Sebagian pagar setinggi 3 meter itu ambruk dan menimpa korban.
“Kondisi tembok sudah miring dan merupakan bangunan tua. Pada saat kejadian sejumlah warga menongkrong di teras rumah depan lokasi,” ujarnya kepada Koran Solo.
Guntoro mengatakan korban meninggalkan seorang istri. Ketika mendapatkan laporan dari RT setempat, Guntoro berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Polsek Jaten. “Sang istri sudah menerima dengan ikhlas. Mas Agus sudah lama tinggal di sini. Kami sedang mencari keluarga korban sesuai alamat KTP di Lingkungan Gambiran RT 006 RW 002, Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo” katanya.
Di Tawangmangu, satu rumah warga di Lingkungan Beji, RT 001/RW 008, rusak karena diterjang angin kencang pada pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Tetapi atap dan dinding rumah warga Beji, Sukadi, 54, rusak. Salah satu dinding rumah roboh dan sebagian atap dari seng tertiup angin kencang. Atap seng terbawa angin hingga jatuh ke rumah tetangganya yang berjarak 50 meter.
“Saya ke lokasi. Kerusakan di rumah Bapak Sukadi yaitu dinding roboh dan sebagian atap tertiup angin. Jatuh di rumah tetangga tetapi tidak apa-apa. Pemilik rumah sedang ke kebun saat kejadian. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi Rp15 juta,” kata Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, saat dihubungi Jumat.
Kerja Bakti
Warga sekitar dibantu sukarelawan, anggota Polsek Tawangmangu, dan Koramil Tawangmangu bekerja bakti membenahi dinding dan atap yang rusak. Rusdiyanto menceritakan angin kencang terjadi sejak Jumat pukul 06.00 WIB. Angin kencang terjadi hampir merata di Kecamatan Tawangmangu, tetapi kondisi paling parah terjadi di Lingkungan Beji, Kelurahan Kalisoro, Lingkungan Pancot Kelurahan Blumbang, dan area pertapaan Pringgodani. Angin kencang berubah menjadi angin puting beliung sekitar pukul 10.00 WIB.
“Makanya seng itu terbang seperti layangan. Saya meminta laporan ketujuh kepala desa dan tiga lurah di Tawangmangu. Angin kencang di hutan Gunung Lawu terpantau di kompleks pertapaan Pringgodani tetapi tidak berpotensi puting beliung,” tutur dia.
Rusdiyanto menyampaikan tiupan angin di Tawangmangu berangsur-angsur normal saat Koran Solo menghubungi pukul 13.30 WIB. Dia mengatakan kejadian angin kencang hingga puting beliung itu baru terjadi Jumat. Selain angin kencang, suasana di Tawangmangu terasa panas. (Sri Sumi Handayani/JIBI)