Pemintalan Normal, Saham Sritex Masih Landai

JAKARTA—Perusahaan tekstil yang berbasis di Sukohajo, Jawa Tengah, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), belum dapat memulihkan gudang bahan baku yang terbakar pada 27-28 September. Meski demikian, emiten bersandi saham SRIL ini memastikan operasional pabrik pemintalan (spinning) berjalan normal.
Nilai saham SRIL turun sejak kebakaran. Pada 27 September saham Sritex masih bertengger di angka Rp322/lembar saham, namun pada Jumat (11/10) harga saham SRIL ditutup di angka Rp282/lembar. Dengan kata lain selama sekitar dua pekan nilai saham Sritex turun 12,4%.
Corporate Communication Sritex, Joy Citradewi, mengatakan tim forensik sedang mengecek gudang yang terbakar dua pekan lalu. Dengan begitu, perseroan belum memulihkan gudang yang terbakar itu. Meski demikian, dia memastikan produksi spinning tidak terganggu karena kebakaran terjadi di salah satu gudang cadangan bahan baku.
Oleh karena itu, perseroan masih optimistis terhadap target kinerja yang yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahun ini Sritex mengincar penjualan sekitar US$1,19 miliar dan laba tahun berjalan US$88,79 juta pada tahun ini atau masing-masing tumbuh 15% dan 5% secara tahunan. Hingga semester I/2019 penjualan mencapai US$632,33 juta dan laba bersih sebesar US$54,16 juta.
”Kami akan membiarkan tim forensik untuk melakukan pengecekan dulu. Belum bisa di-recover karena butuh untuk barang bukti. Hingga laporan forensik keluar,” kata dia, Jumat (11/10/).
Nilai Kerugian
Lebih lanjut, perusahaan tekstil dan garmen ini belum mengetahui nilai kerugian atas musibah kebakaran tersebut. Perseroan masih menunggu laporan dari tim forensik yang diperkirakan keluar akhir pekan ini. ”Untuk yang ini [nilai kerugian] belum. Kami akan mendapatkan kabar dari forensik mungkin akhir pekan ini,” imbuh dia.
Analis PT Maybank Kim Eng Securities, Adi Wicaksono, mengatakan ekspansi kapasitas mendorong pertumbuhan kinerja perseroan. Setelah ekspansi kapasitas produksi secara bertahap pada 2016-2017, volume penjualan perusahaan ini tumbuh 36% secara tahunan menjadi US$1,034 juta pada 2018, dibandingkan dengan 12% secara tahunan pada 2017 dan 9% pada 2016.
Pada 2018, rata-rata utilisasi perseroan telah mencapai 92%. Oleh karena itu, perseroan mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi kapasitas pada 2021. Di pasar domestik, market share perseroan di seragam militer mencapai 90%. Sritex juga memasok item fesyen untuk H&M, Disney, Lee, dan Guess. (Azizah Nur Alfi/JIBI)