Kenali Penyebab Sering Nyeri Lutut

redaksi@koransolo.co

Lutut merupakan bagian tubuh yang paling kompleks karena sendi ini paling rentan. Ya rentan karena fungsinya menanggung berat badan dan beban tekanan, sekaligus memberi gerakan yang fleksibel.
Bayangkan, lutut menopang 1,5 kali berat badan ketika berjalan. Naik tangga lutut menopang 3-4 kali berat badan. Ketika jongkok lutut harus menanggung beban sekitar delapan kali.
Nah lantaran fungsinya yang cukup berat ini, sendi lutut rentan mengalami kerusakan. Faktor risikonya beragam, bukan hanya karena rheumatoid arthritis, osteoarthritis, penyakit asam urat (gout), infeksi pada lutut, kanker yang menyebar ke sendi lutut dan penyakit Osgood-Schlatter.
Tapi disebabkan pula karena obesitas, cedera lutut, mengangkat beban berat, melakukan aktivitas fisik berat (olahragawan atau pekerja bangunan), serta kebiasaan merokok.
Dengan faktor risiko itu, gejala yang ditimbulkan pun beragam. Mulai dari lutut terasa kaku, kemerahan, bengkak dan terasa hangat. Lutut mengeluarkan suara gemeretak hingga terasa lemas dan sulit diluruskan. Gejala tersebut akan memunculkan nyeri secara bertahap dan bertambah sakit seiring berjalan waktu.
Salah satu penyebab nyeri lutut yang paling sering terjadi karena cedera. Bila lutut mengalami cedera, beberapa jaringan yang menyusun lutut, seperti tulang rawan atau tulang dapat terganggu. Gangguan pada jaringan penyusun lutut akibat cedera bisa berupa ligamen atau jaringan antar tulang di sendi lutut terkilir, ligamen lutut robek, misalnya akibat cedera ligamen lutut anterior. Selain itu, tulang rawan robek, dislokasi tulang tempurung lutut, patah tulang tempurung lutut, tulang paha, atau tulang kering.
Lalu kapan waktu tepat untuk melakukan pemeriksaan atau diagnosis ke dokter spesialis jika mengalami nyeri lutut?
Dokter menyarankan segera lakukan pemeriksaan apabila nyeri pada lutut tidak kunjung membaik dalam tiga hari, tidak bisa berdiri dengan sempurna karena lutut terasa tidak stabil, lutut terasa lemas ketika mencoba berdiri atau berjalan, lutut sulit untuk ditekuk dan diluruskan. Selain itu, apabila nyeri lutut disertai demam ataupun lutut tampak mengalami perubahan bentuk,
Setelah dokter spesialis selesai mendiagnosis, maka jenis pengobatan yang tepat baru bisa dilakukan. Pada nyeri lutut, ada beberapa penanganan yang direkomendasikan, seperti obat-obatan, fisioterapi, hingga suntik sendi. Zat yang disuntikkan dapat berupa kortikosteroid, asam hialuronat, atau platelet-rich plasma (PRP).
Nah tindakan PRP bisa Anda lakukan dengan berkonsultasi ke salah satu rumah sakit dengan dokter spesialis terpercaya. Namun jika sakit lutut yang diderita sangat parah dan metode pengobatan suntik sendi tidak berhasil meredakan lutut sakit, dokter dapat melakukan operasi, seperti arthroskopi atau operasi penggantian sendi lutut. (Liputan6.com/JIBI)