MENGHADAPI GERAKAN ANTIVAKSIN

Ancaman Penjara

 Pakistan merupakan salah satu dari tiga negara dunia, di mana polio menjadi endemis. Bertahun-tahun, pemerintah Pakistan berupaya untuk memberantas polio namun terus mendapatkan banyak halangan, mulai dari penolakan orangtua, perlawanan dari militan setempat dan serangan terhadap tim vaksinasi polio.

Otoritas setempat kemudian bertindak tegas dengan menangkap para orang tua yang sengaja menjauhkan anaknya dari vaksin. Siapapun yang menolak (vaksinisasi) akan dijebloskan ke penjara.

Dilarang sekolah
 Di Italia pada 2015 tercatat ada sekitar 250 kasus campak yang terekam. Pada 2016 angkanya meningkat menjadi 840 kasus dan sepanjang 2017 menjadi wabah dengan angka mencapai 2.395 kasus.
Pemerintah Italia lalu mengambil keputusan tegas dengan menerapkan aturan baru anak wajib divaksin.

 Vaksinasi menjadi persyaratan bagi anak yang ingin ikut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ketika anak akan masuk sekolah dasar dan masih belum divaksin juga maka orang tuanya bisa didenda.

Denda

 Tidak lama setelah Italia mengumumkan segera bertindak tegas menegakkan peraturan wajib vaksinasi, negara tetangganya Jerman juga melakukan langkah serupa.

 Para orang tua yang gagal menyertakan anaknya dalam program vaksinasi wajib akan diberikan denda hingga mencapai Rp37 juta.

 Selain itu sang anak juga bisa dikeluarkan dari sekolahnya khusus pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Potong tunjangan

 Pada 2015 Di Australia, diperkirakan lebih dari 39.000 anak di bawah usia tujuh tahun tidak mendapatkan vaksin karena orang tuanya menganut antivaksin. Pemerintah Australia lalu memberlakukan aturan potong tunjangan hingga sekitar Rp1,5 miliar. Di Australia memang ada tunjangan dari pemerintah untuk setiap anak yang lahir. Bila orang tua tidak memvaksinasi anak maka tunjangan tersebut akan dicabut.

Sumber Detik (bil)