Sejumlah Burung Diduga Dicuri Kandang Merpati di Alun-Alun Sragen akan Ditinggikan

SRAGEN—Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen berencana meninggikan kandang burung merpati atau pagupon di kompleks Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen. Langkah itu untuk melindungi burung merpati dari tangan-tangan jahil yang berusaha mengambilnya.
Kabid Pengawasan Permukiman, Disperkim Sragen, Budi Wibowo, tidak memungkiri sebagian dari burung merpati di kompleks Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen telah hilang. Semula jumlah burung merpati itu mencapai sekitar 60 ekor, namun kini tersisa sekitar 40 ekor. Dia menduga hilangnya sebagian burung merpati itu karena sengaja diambil oleh orang tidak bertanggung jawab atau berpindah ke lokasi lain karena merasa kurang nyaman.
Selain mendapati jumlah burung merpati yang kian berkurang, Budi juga mendapati beberapa pagupon di sebelah selatan dari alun-alun yang tidak disinggahi burung merpati. Dia memperkirakan burung merpati itu kurang nyaman tinggal di pagupon karena dipasang terlalu rendah.
“Kalau pagupon itu kosong, berarti merpati tidak nyaman tinggal di situ. Sekarang pagupon itu sedang kami ambil. Sebelumnya tinggi pagupon itu hanya 2 meter sampai 2,5 meter sehingga bisa dijangkau oleh tangan pengunjung. Nanti akan kami tinggikan menjadi 3,5 meter sampai 4 meter,” papar Budi.
Budi mengakui alun-alun merupakan ruang publik yang terbuka selama 24 jam. Di sisi lain, tidak ada personel yang bisa mengawasi alun-alun selama 24 jam. “Ke depan akan saya pasangi pengumuman berisi imbauan supaya pengunjung bisa membantu melestarikan burung merpati itu, bukan malah mengambilnya,” jelas Budi.
Untuk membuat nyaman burung-burung merpati itu, Disperkim juga berencana membuat gimik baru bagi pengunjung. Dalam hal itu, Budi berharap para pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati itu. Caranya dengan memberi pakan kepada burung tersebut.
“Pemberian makan burung merpati itu bisa menjadi gimik. Ini sudah diterapkan di beberapa tempat wisata seperti Gembira Loka. Nanti pakannya disediakan di lokasi. Pengunjung bisa membeli pakan itu untuk diberikan kepada burung. Kalau sering diberi makan, burungnya menjadi lebih nyaman. Pengunjung juga senang karena bisa lebih dekat dengan burung merpati itu,” papar Budi. (Moh. Khodiq Duhri)