Penertiban Tambang Timah Berakhir Bentrok 10 Kendaraan Dinas Dirusak Massa

BELITUNG—Kendaraan Dinas milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dirusak oleh orang yang tidak dikenal ketika melaksanakan penertiban aktivitas tambang timah ilegal di wilayah Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (2/11) Sore.

redaksi@koransolo.co

Informasi yang dihimpun di lapangan ada sebanyak 10 kendaraan mobil dinas yang dirusak oleh oknum tersebut, termasuk mobil dinas Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah ikut dalam rombongan Satpop PP Bangka Belitung ketika melakukan penertiban aktivitas tambang timah ilegal.
Pantauan Antara di lapangan, Sabtu, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, Dandim 0414 Belitung, Letkol (Inf) Indra Padang dan perwakilan dari pihak Kecamatan Sijuk sedang melakukan rapat tertutup di Kantor Kecamatan Sijuk mengenai kejadian itu.
”Kawan-kawan media tunggu di luar saja nanti ada pers rilis dan akan dijelaskan dan sampaikan,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.
Sedangkan kondisi Wakil Gubernur dalam keadaan baik dan stabil pascakejadian tersebut, sedangkan anggota Satpol PP yang mengalami luka sedang mendapatkan perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung.
”Alhamdulillah Wakil Gubernur Abdul Fatah tidak ada dipukul dan tidak ada diperlakukan keras oleh penambang biji timah atau masyarakat dalam insiden itu,” kata Kapolres, Sabtu malam.
Menurut dia, sebelumnya pihak Kepolisian menerima laporan adanya penyanderaan terhadap Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah ketika melakuan penertiban aktivitas tambang timah ilegal di wilayah itu.
”Kami mendapatkan laporan tersebut maka saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara untuk melakukan backup,” ujarnya.
Anarkistis
Akibat kejadian tersebut, kata Kapolres kedua bela pihak mengalami kerugian, baik dari pihak penambang seperti mesin tambang dan peralatan tambang yang dibakar dan disita. ”Kemudian ada kerugian berupa perusakan dan pembakaran terhadap kendaraan dinas sebanyak delapan unit,” ujar Kapolres
Selain itu, sebanyak tujuh 20 anggota Satpol PP Babel menjadi korban dari bentrokan tersebut dan tujuh orang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung. ”Penertiban tersebut memicu emosi sehingga melakukan tindakan anarkis dan perlawanan terhadap petugas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah di Sijuk, Belitung mengatakan kegiatan penertiban tambang ilegal tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. ”Adanya laporan terjadi suatu kegiatan tambang ilegal oleh masyarakat sehingga kami melakukan pengecekan itu adalah masuk kawasan Hutan Lindung Pantai,” ujarnya.
Diperoleh informasi, pihak kepolisian tidak dilibatkan dalam penertiban tambang timah ilegal yang berakhir ricuh di Kabupaten Beliung, Babel. Kapolres Yudhis Wibisana merasa kecewa karena seolah-olah TNI-Polri dianggap tidak bisa dipercaya.
”Ya, makanya seolah-olah sepertinya kami dianggap tidak bisa dipercaya,” ungkap Yudhis Wibisana kepada detikcom, Minggu (3/11), saat dimintai konfirmasi.
Menurutnya, pihaknya juga sudah sering melakukan razia gabungan antara Polres Belitung, Kodim 0414 dan Satpol PP Belitung serta muspika setempat. ”Termasuk kawasan di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupatan Belitung yang berakhir keributan, sudah dilakukan razia bersama Polsek dan Koramil serta kecamatan,” ujarnya.
Saat disinggung soal alasan pihak Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan Satpol PP tidak mengikutsertakan Polres Belitung dan Kodim 0414, Kapolres tidak berbicara banyak. ”Katanya takut bocor, padahal kita sudah sering melakukan penertiban tambang timah ilegal,” tegasnya.
Pasca keributan itu, Polres Belitung, Bangka Belitung (Babel), memeriksa sejumlah orang terkait bentrok penertiban tambang timah ilegal di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Ada 10 orang yang diperiksa. ”Ada 10 orang sementara yang dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polres, lima dari masyarakat dan lima Satpol PP,” jelas AKBP Yudhis. (Antara/Detik/JIBI)