KPK Ancang-Ancang Kasasi

JAKARTA—Sofyan Basir lolos dari jeratan hukum setelah divonis bebas dari tuntutan KPK. Atas keputusan itu saat ini KPK tengah memikirkan upaya hukum lain.
”Dalam konteks kali ini, selain mempelajari lebih lanjut kemudian jaksa penuntut umum memberikan rekomen dasi kepada pimpinan alternatif langkah upaya hukum yang bisa dilakukan selain dari proses itu, tentu ada kasasi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/11).
Namun Febri belum memastikan kapan kasasi akan diajukan lantaran masih menunggu pertimbangan Pimpinan KPK. Yang jelas, lanjut Febri, hal ini bukanlah yang pertama dialami KPK.
”Yang pasti KPK tidak akan menyerah begitu saja ketika ada vonis bebas untuk terdakwa yang diajukan KPK ke pengadilan tindak pidana korupsi,” ucapnya.
Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku kecewa atas putusan bebas terhadap mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek PLTU Riau-1. Padahal, menurut ICW, nama Sofyan berkali-kali disebut dalam persidangan terdakwa sebelumnya.
”Pertama kami kecewa dengan vonis bebas yang dijatuhkan terhadap Sofyan. Kenapa? Karena berkali-kali nama yang bersangkutan udah disebut dalam beberapa persidangan dengan terdakwa sebelumnya,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (4/11).
Dia mengaitkan vonis bebas Sofyan dengan polemik UU KPK baru yang dinilai memperlemah KPK. Kurnia menyebut, selain KPK secara institusi, putusan-putusan ringan terhadap para terdakwa kasus korupsi membuat pemberantasan korupsi makin lemah.
”Kami nilai vonis bebas pengadilan ke terdakwa kasus korupsi ini merupakan bentuk pelemahan KPK yang lain. Institusinya sudah dilemahkan dan saat ini terdakwa kasus korupsi juga diberikan keringanan hukuman ataupun mungkin dalam konteks hari ini dibebaskan dalam persidangan,” ujarnya.
Dia berharap KPK segera mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Kurnia meyakini bukti yang dibawa KPK ke persidangan sudah kuat ditambah dengan vonis bersalah yang sudah dijatuhkan kepada para terdakwa sebelum Sofyan.
”Kami dorong agar jaksa KPK sesegera mungkin lakukan upaya hukum kasasi ke MA. Karena kami meyakini bahwa bukti yang dibawa KPK ke persidangan sudah solid dan beberapa terdakwa lain juga sudah divonis di persidangan baik itu Eni Saragih atau Idrus Marham,” tuturnya.
Di lain pihak, Soesilo Aribowo, pengacara Direktur Utama PT PLN (Persero) 2016-2018 Sofyan Basir menyatakan siap menghadapi jika nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi pasca putusan bebas terhadap kliennya tersebut.
”Kami tentu tidak ada pilihan lain, kami tentu siap menghadapi andai kata misalkan KPK mengajukan upaya hukum kasasi,” ucap Soesilo di Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta, Senin.
Namun, dia mengingatkan bahwa pengajuan kasasi itu bukan lagi berbicara soal fakta tetapi soal penerapan hukum. ”Apakah salah satunya penerapan hukum, apakah kelengkapan Pasal 56 Ayat [2] KUHP itu sudah sesuai atau belum,” kata Soesilo. (Antara/Detik/JIBI)