Dipakai Belajar Nyetir, Mobil Tertimpa Pohon

SRAGEN—Nasib nahas dialami Angga Umbara, 25, warga Dukuh Badran RT 029, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Maksud hati ingin belajar nyetir, mobil yang ia gunakan malah tertimpa pohon hingga ringsek di jalan tak jauh dari Kampung Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen, Selasa (5/11).
Pantauan Koran Solo di lokasi, mobil Toyota Avanza Veloz keluaran Maret 2019 itu ringsek setelah tertimpa pohon munggur. Pohon dengan diameter sekitar 60 cm itu tumbang saat turun hujan dan disertai angin sekitar pukul 15.30 WIB. Hingga pukul 16.45 WIB, proses evakuasi terhadap mobil milik lembaga pelatihan kursus (LPK) Karisma itu masih berlangsung.
Kisah itu bermula ketika Angga berlatih menyetir mobil pada Selasa sore. Didampingi seorang instruktur dari LPK Karisma, Angga melewati Jl. Kapten P. Tendean. Saat melawati area persawahan tak jauh dari Ring Road Utara Sragen, tiba-tiba turun hujan disertai angin kencang. Tak lama kemudian, pohon munggur yang berada di tepi jalan tiba-tiba ambruk mengenai badan mobil, terutama pada bagian kemudi. Beruntung, Angga dan instrukturnya masih sempat menunduk badan sehingga keduanya selamat dari maut. Meski kondisi mobil ringsek parah, Angga hanya mengalami luka lecet pada bagian bahu.
“Korban hanya mengalami luka ringan. Bahu sebelah kanannya lecet,” terang Kapolsek Kota Sragen, Iptu Mashadi, kepada Koran Solo.
Sejumlah relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen tiba untuk menyingkirkan pohon munggur yang menimpa mobil. Sementara sukarelawan dibantu polisi membawa korban ke Puskesmas Kota Sragen untuk menjalani rawat jalan. “Karena lukanya ringan, cukup rawat jalan di Puskesmas Kota Sragen,” terang Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi.
Sementara itu, pohon munggur itu tumbang diduga bukan semata karena terjangan angin. Pasalnya, pada bagian bawah pohon sebagian sudah berlubang karena terbakar. “Tadi siang saya lewat sini pohon itu memang sudah terbakar, bahkan masih terlihat asapnya. Karena terbakar, jadinya krowak sehingga mudah tumbang,” jelas Aminah, 50, warga Ngrampal. (Moh. Khodiq Duhri)