Tersangka Kasus Korupsi Kades Lampar Resmi Ditahan

BOYOLALI—Kepala Desa (Kades) nonaktif, Dwi Sugiyanto resmi ditahan polisi sejak dua hari yang lalu setelah ditetapkan sebagai tersangka Polres Boyolali terkait kasus dugaan korupsi. Saat ini Polres Boyolali sedang menunggu P21 dari Kejaksaan Negeri (Kejari).
Hal ini dikatakan oleh Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro. Ia mengatakan saat ini berkas sudah di serahkan ke Kejari tinggal menunggu P21. “Tinggal menunggu P21 dari Kejaksaan Negeri, untuk Kades nonaktif, Dwi Sugiyanto sudah ditahan sejak dua hari yang lalu,” kata dia saat ditemui Koran Solo, Rabu (6/11).
Salah satu warga Desa Lampar yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lampar (AMPL), Karmin mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan Kasat Reskrim Boyolali yang telah memperoses kasus dugaan pungli di Desa Lampar.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar–besarnya, akhirnya Kades nonaktif, Dwi Sugiyanto resmi ditahan pihak kepolisian. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas hingga pengadilan. Kami juga tidak mau jika kasus ini diselesaikan di luar jalur hukum,” ujarnya.
Pada berita sebelumnya aktivis AMPL, meminta kejelasan status Dwi Sugiyanto yang sudah mendapatkan sanksi skors selama enam bulan dari Inspektorat Daerah Boyolali dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Boyolali. Dwi Sugiyanto sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ada penanganan penahanan dari pihak kepolisian.
Desakan penahanan Dwi Sugiyanto, didasarkan pada kekhawatiran para aktivis bahwa Dwi Sugiyanto akan melarikan diri ke daerah lain. Dwi Sugiyanto resmi diskors selama enam bulan terkit dugaan penyimpangan dana pembangunan sejumlah fasilitas publik. Skors berlaku sejak Jumat (25/10) lalu. Skors berdasarkan hasil audit Inspektorat Boyolali terkait dugaan penyimpangan sejumlah dana pembangunan. (Tamara Geraldine)