3 Rumah Ludes Terbakar dalam Setengah Jam

SRAGEN–Kebakaran melanda tiga rumah milik satu warga yakni Darmo Kiman, 70, di Dukuh Kragilan, RT 11, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Kamis (7/11) pagi.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kebakaran itu kali pertama diketahui Wardi, anak dari Darmo Kiman. Pada saat itu, Wardi yang berada di depan rumah kaget melihat asap hitam yang cukup tebal keluar dari bagian atas dapur rumahnya. Ia kemudian meminta tolong warga sekitar untuk memadamkan api.
Dalam sekejap, warga sekitar sudah berdatangan di lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan sederhana. Mereka juga menghubungi Polsek Gemolong yang diteruskan kepada tim pemadam kebakaran di posko Gemolong dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen. Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi saat api masih membesar. Kobaran api sulit dipadamkan karena struktur bangunan rumah itu sebagian besar terbuat dari kayu.
“Hanya rumah di bagian depan yang dindingnya berupa tembok. Dua rumah lainnya yang berada di belakang terbuat dari bahan kayu. Jadi, dalam waktu sekitar 30 menit, tiga rumah beserta isinya sudah terbakar habis,” ujar Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra Putra kepada Koran Solo, Kamis (11/7).
Setelah memeriksa lokasi, polisi menyimpulkan penyebab kebakaran adalah bara api sisa memasak di tungku. Setelah memasak di dapur, Wakiyem, 65, pemiliki rumah langsung pergi ke pasar. Percikan api dari bara dalam tungku itu diduga menyambar kayu bakar di dapur sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran. “Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta yang meliputi tiga unit rumah beserta isinya,” terang Kapolsek.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, mengatakan api juga membakar tumpukan kayu untuk bahan produksi mebel, 50 karung gabah, uang senilai Rp3 juta, emas 20 gram, perabotan rumah tangga dan surat-surat penting. “Ibu Wagiyem masih trauma dengan kejadian itu. Sekarang pemilik rumah mengungsi ke rumah saudara. Kami mengirimkan logistik pangan dan nonpangan untuk korban,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri)