Penyelundupan Benih Lobster Rp66 M Dibongkar

JAKARTA—Penyidik Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap kasus penyelundupan benih lobster senilai Rp66 miliar, Kamis (7/11).
Dalam kasus ini satu speed boat dengan nakhoda Nurul Hayat ditangkap di perairan Berakit Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, saat berlayar dari Kuala Tungkal, Jambi dengan tujuan Singapura.
”Barang bukti berupa 44 kotak benih lobster,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Kamis.
Bila satu kotak benih lobster senilai Rp1,5 miliar, maka dengan pengungkapan kasus ini diperkirakan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp66 miliar. Saat ini sedang dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui reoksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus yang berisi 246.400 ekor benih berjenis lobster mutiara dan lobster pasir.
Para tersangka dan barang bukti saat ini ditahan di Dit Polairud guna penyidikan perkara didasari ketentuan Pasal 88 UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. ”Rencana tindak lanjut akan dilaksanakan pelepasan benih yang berhasil diselamatkan, direncanakan di konservasi Pulau Abang Batam Provinsi Kepri,” kata Dedi.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Tipiter Polresta Jambi menggagalkan penyelundupan benih lobster ke Singapura sebanyak 161.800 ekor atau senilai Rp25 miliar dan menangkap depan orang tersangka.
”Kita mengamankan para tersangka dan barang bukti berupa benih lobster sebanyak 161.800 ekor yang terdiri dari benih lobster jenis pasir sebanyak 147.200 ekor dan mutiara 14.600 ekor,” kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, di Jambi, September lalu.
Pada Agustus 2019 Petugas Bea Cukai Palembang juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 65.000 benih lobster dengan nilai sekitar Rp10 miliar dari dua tersangka yang akan membawanya ke Singapura.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono, mengatakan, kedua tersangka berinisial KAR dan ASP ditangkap di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis, pukul 10.20 WIB.
”Petugas kami curiga dengan bawaan tersangka saat pemeriksaan, sehingga digeledah dan ternyata betul itu benih lobster yang terlarang untuk diekspor,” ujar Dwijo.
Menurutnya, 65.000 lebih benih lobster tersebut dibawa menggunakan dua koper, yakni koper pertama berwarna biru dibawa tersangka ASP berisi 58 kantong benih lobster jenis pasir dan satu kantong lobster jenis mutiara. (Antara/JIBI)