Tertabrak KA, Pengemudi Pikap Meninggal

SRAGEN—Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang di kawasan Ngebuk, Dukuh Candirejo, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen, Rabu (6/11). Mobil pikap Daihatsu Gran Max ditabrak KA Joglosemarkerto hingga membuat pengemudi mobil terpental dan meninggal dunia di lokasi.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.25 WIB. Kecelakaan itu bermula ketika mobil pikap dengan nopol AD 1895 YP yang dikemudikan Sugeng, 40, warga Dukuh Sendang Boto, Desa Soko, Kecamatan Miri, Sragen, melaju dari arah Gemolong menuju Miri.
Sesampainya di lokasi kejadian, Sugeng tidak menyadari ada KA Joglosemarkerto yang melaju dari arah Solo. Kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan. Mobil pikap itu dihantam KA hingga terseret sejauh sekitar 10 meter. Hal itu membuat mobil pikap pengakut sembako itu ringsek tidak berbentuk. Sementara Sugeng ditemukan terpental dari mobil sejauh sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di sekujur tubuhnya.
Manager Humas Daerah Operasi (Daop) VI Jogja PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI), Eko Budiyanto, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan KA Joglosemarkerto dengan mobil pikap tersebut. ”Benar ada kejadian saat kereta di perlintasan resmi, pada saat kejadian tanpa penjaga. Itu perlintasan resmi karena di lokasi terdapat rambu-rambunya,” terang Eko saat dihubungi Koran Solo.
Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra, mengaku langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas dari Satlantas Polres Sragen. Selain mengevakuasi korban, polisi juga meminta keterangan warga sekitar. Beberapa warga memberi kesaksian bila pengemudi mobil pikap itu terlihat kehilangan konsentrasi. Diduga dia tidak mendengar suara klakson yang dibunyikan masinis KA berulang kali. “Kami lalu membawa korban ke RS sebelum diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang Kapolsek. (Moh. Khodiq Duhri)