3,83 Gram Sabu-Sabu Diblender 6.197 Butir Pil Koplo Dibakar

SRAGEN—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen Syarif Sulaiman Nahdi bersama Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan dan para perwakilan pimpinan daerah lainnya memusnahkan 3,83 gram sabu-sabu senilai jutaan rupiah dan 6.197 butir pil koplo di halaman Kejari Sragen, Senin (25/11).
Barang bukti narkoba dan obat keras itu dimusnahkan bersama ratusan barang bukti lain dari puluhan kejahatan yang sudah inkracht selama Juli-November 2019.
Sebelum pemusnahan narkoba dilakukan Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menunjukan teknis pengecekan barang termasuk golongan narkoba atau tidak. Setidaknya ada dua alat deteksi narkoba yang ditunjukkan Joko. Pertama, alat itu dikenal dengan nama general screening drugs. Joko menjelaskan sistem kerja alat ini cukup dikeluarkan alat detektornya dan kemudian ditempelkan pada serbuk yang diduga narkoba. Lalu alat detektor dimasukan lagi dan tiga tabung berisi cair yang terdapat pada alat itu ditekan kemudian dikocok. Kalau warnanya berubah menjadi ungu berarti serbuk itu dipastikan narkoba.
“Alat kedua bernama Drug wipe 6.S. Alat ini digunakan ketika tersangka tidak bisa kencing. Alat ini untuk mengetes air liur tersangka narkoba. Kalau mengonsumsi narkoba maka air liur itu pun bisa dideteksi dengan alat itu,” ujar Joko.
Setelah menjelaskan dua alat deteksi narkoba itu, Joko kemudian menyiapkan pemusnahan 3,83 gram sabu-sabu dengan menggunakan blender. Air dan deterjen dimasukan dalam blender dan kemudian sabu-sabu dimasukan semua kemudian mesin blender dihidupkan. Airnya jadi bewarna putih dan berbusa kemudian dibuang.
Pemusnahan selanjutkan berupa 6.197 butir pil koplo. Ribuan butir itu diambil para pimpinan daerah dan dimasukkan ke dalam tong yang sudah disiapkan. Tong yang sudah penuh pil koplo itu kemudian dibakar. Pemusnahan berikutnya 28 ponsel dari berbagai merek dengan cara dipukul dengan palu sampai remuk. Pemusnahan barang bukti berupa besi, seperti motor dilakukan dengan menggergaji besi itu sehingga tidak bisa difungsikan kembali.
“Pemusnahan barang bukti ini bagian dari keterbukaan Kejari dan sebagai wujud pertanggungjawaban kami. Semua barang bukti ini dihasilkan dari 48 perkara pidana yang sudah inkracht. Seperti kasus sabu-sabu itu ada delapan kasus, ada uang palsu juga sebanyak 31 lembar Rp50.000. Pemusnahan barang bukti ini kami lakukan secara berkala,” ujar Kajari.
Dengan pemusnahan barang bukti khususnya narkoba dan pil koplo, Kajari berharap angka kasus narkoba di Sragen bisa ditekan. Kajari bersama Polres Sragen berkomitmen untuk bekerja keras untuk memerangi angka kasus narkoba di Sragen. “Kami mengimbau kepada orang tua agar anak-anaknya jangan sampai terpengaruh dengan obat keras apalagi narkoba,” ujarnya. (Tri Rahayu)