Apa Itu Sampah Elektronik?

Istilah dan Kategori
Sampah elektronik dikenal luas dengan e-waste.
Istilah ini untuk menyebut semua jenis perangkat elektronik yang tidak terpakai karena habis masa pakainya atau tidak diinginkan si pengguna, tidak berfungsi atau rusak.
Contoh sampah elektronik yang banyak menumpuk adalah peralatan yangdang dari rumah tangga seperti televisi, alat penanak nasi elektronik, kulkas, radio, komputer (belakangan yang banyak menumpuk adalah berupa laptop) dan ponsel.

 

Bahaya Sampah Elektronik
Sampah elektronik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan sampah domestik (sampah rumah tangga), dan jauh lebih berbahaya.
Biasanya dalam satu sampah elektronik mengandung bahan-bahan berbahaya, contohnya dalam satu unit komputer atau televisi ada ratusan bahan kimia yang digunakan seperti merkuri, timah (lead), tembaga (copper), cadmium.
Bahan-bahan kimia itu dikenal sebagai penyebab kanker, gangguan sistem tubuh, dan bahkan kematian dalam dosis yang fatal. Bahan-bahan kimia tersebut jugamemiliki karakteristik bertahan lama, dapat menyebar jarak jauh melalui udara dan air, serta terakumulasi di tubuh manusia.
Dan ketika dibuang/ditimbun (landfill), bahan-bahan kimia tersebut mengalami proses dekomposisi dan masuk ke dalam tanah, lalu dari sana mengalir ke jaringan air dan akhirnya sampai pada manusia.

 

Konsep Utama Pengelolaan Sampah
1. Reuse (digunakan ulang)
2. Reduce (dikurangi penggunaannya)
3. Recycle (didaur ulang)
4. Replace (diganti)
5. Refill (diisi ulang)
6. Repair (diperbaiki)

Konsep Daur Ulang
Daur ulang (recycle) lebih banyak dijadikan perhatian di setiap negara.
Secara umum, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran/pemilahan, pembersihan, dan pemrosesan material baru.
Konsep utama daur ulang di sini adalah proses penggunaan material kembali untuk dijadikan produk yang berbeda (baik itu secara bentuk atau kegunaannya).
Dari berbagai sumber (may)