1.812 Burung Selundupan Dilepasliarkan

SERANG—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Serang melepas liarkan 1.812 burung hasil penangkapan bersama Polres Cilegon bersama BKSDA Jawabarat Seksi wilayah I Serang.
”Hari ini kita ada pelepasan burung di mana burung ini adalah hasil penangkapan dari Polres Cilegon bersama BKSDA Jawa Barat seksi wilayah I Serang. ini laporannya ada 1.812 burung,” kata Kepala Seksi BKSDA Wilayah Serang, Andri Ginson, seusai pelepasan burung di Rawadanau Panenjoan, Mancak, di Serang, Kamis (28/11).
Ia mengatakan, jenis burung yang diselundupkan dari Sumatera Selatan menuju Cilegon, Serang, dan Jakarta. Salah satunya ada jenis burung cucak ranting sebanyak 42 ekor termasuk kategori burung yang dilindungi dan sisanya masuk kategori burung yang tidak dilindungi.
Namun, lanjut dia, dari berbagai jenis burung selundupan ini sebagian besar mati karena proses perjalanan dari Sumatera Selatan ke Banten. ”Sayangnya, dari total 1.812 burung, yang mati sampai saat ini diperkirakan lebih kurang 600 burung,” kata dia.
Ia mengimbau kepada masyarakat apabila membawa hewan dari luar, harus mempunyai surat izin atau Surat Karantina Hewan (SKH).
”Imbauan kepada masyarakat, apabila membawa burung atau hewan harus melengkapi dengan dokumen termasuk SKH dan surat izin dari BKSDA,” kata dia.
Penggagalan penyelundupan satwa burung sebelumnya juga dilakukan polisi. Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Karantina Pertanian Bandar Lampung, dan FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds berhasil menggagalkan penyelundupan 3.092 burung liar ilegal dari Lampung menuju Bogor melalui Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 21.00 WIB.
Petugas berhasil mengamankan sebanyak 3.092 burung yang akan diselundupkan yang dikemas ke dalam 78 keranjang dan 37 dus. Turut diamankan sebuah mobil minibus jenis Panther berwarna silver dengan plat bernomor B 1071 BYY yang dijadikan alat angkut.
Kanit Reskrim KSKP Bakauheni Ipda Mustholih, di Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (10/11) mengatakan bahwa pelaku saat diperiksa tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah, seperti surat kesehatan hewan dan surat angkut tumbuhan dan satwa liar dalam negeri (SATSDN).
Mustholih menyatakan, berdasarkan keterangan pelaku, burung-burung itu berasal dari daerah Pekanbaru, Riau. “Di Lampung hanya menjadi tempat transit burung-burung sebelum dikirim ke Bogor, Jawa Barat,” katanya.
Mustholih menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Karantina Pertanian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengambil langkah langkah berikutnya apakah akan dilakukan penegakan hukum atau pembinaan kepada pelaku.
“KSKP Bakauheni juga akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA untuk melihat apakah burung burung ini berstatus dilindungi atau tidak, Burung yang disita terdiri dari 21 jenis di antaranya ciblek, gelatik, jalak kebo, burung madu, pleci, cucak ijo, cucak ranting, prenjak dan srendit,” ungkapnya
Sementara itu Direktur Komunikasi FLIGHT Namira Annisa sangat mengapresiasi komitmen dan kerja KSKP Bakauheni, Balai Karantina Pertanian Lampung dan BKSDA dalam menggagalkan penyelundupan burung liar Sumatera ke Jawa.
Menurut Namira, populasi burung liar Sumatera sangat terancam akibat masifnya perburuan dan penyelundupan. Lebih dari 1 juta burung Sumatra dicuri dari alam liar setiap tahunnya. Sebagian besar burung burung ini dicuri dari alam dan diselundupkan ke Jawa. (Antara/JIBI)