800.000-an ASN Tak Setuju Pancasila

SOLO—Dua pekan lalu, Kemen­terian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan portal AduanASN.id. Portal tersebut berfungsi untuk melaporkan ASN yang diduga memiliki sikap intoleransi, anti-Pancasila, anti-NKRI, dan terpapar radikalisme.
Portal tersebut juga dirilis guna menyikapi temuan aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi tidak setia dan taat kepada Pancasila. Sekjen Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, menyebut 19,4 persen ASN di seluruh kementrian dan lembaga Indonesia terindikasi mendukung aliran yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 45.
Dari persentase itu jumlah ASN yang tak setuju dengan pancasila mencapai 800.000-an. “Data tersebut merupakan hasil riset Alvara Research pada Oktober tahun lalu. Survei lembaga ini menemukan setidaknya 19,4 persen ASN di enam kota besar menyatakan tak setuju dengan ideologi negara Pancasila. Alvara menyelenggarakan survei itu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar,” kata dia berbicara dalam Sosialisasi Pemantapan Nilai-nilai Pancasila bagi ASN di Hotel Novotel Solo, Rabu (27/11).
Niken mengatakan ribuan ASN itu tidak menjaga persatuan dan kesatuan. Terbukti berdasarkan rekam jejak digital, mereka menyampaikan ujaran kebencian kepada Pancasila dan juga pemerintah yang sah.
“Jadi, saya minta para ASN yang tidak setia terhadap Pancasila dan NKRI untuk menanggalkan pekerjaannya, karena masih banyak masyarakat yang setia terhadap Pancasila yang ingin menjadi ASN,” ucapnya.
Narasumber lain dalam kegiatan itu, Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila Syaiful Arif mengatakan kepercayaan ASN terhadap pancasila turun sekitar 10 persen. Sementara kepercayaan terhadap idiologi lain seperti khilafah naik menjadi 9 persen. (Mariyana Ricky P.D.)