Penipuan Telecom Fraud 80 WN Tiongkok Diserahkan ke Imigrasi

Jakarta—Polda Metro Jaya menyerahkan 80 warga Negara (WN) Tiongkok pelaku penipuan modus telecommunication fraud ke imigrasi. Para WN Tiongkok itu selanjutnya akan dideportasi.
”Tersangka yang kami amankan kemarin ada hampir 85 WNA. Dari hasil pemeriksaan kami, kami tetapkan hanya ada 80 WNA yang diduga terlibat kejahatan ini. Oleh karena itu hari ini sesuai koordinasi dengan Divhubinter dan juga dengan imigrasi, direncanakan 80 orang ini akan kita serahkan ke imigrasi untuk proses lebih lanjut ya,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).
Iwan mengatakan, lima WN Tiongkok lainnya dinyatakan tidak terlibat dalam kejahatan itu. Sebanyak enam orang WNI yang juga diamankan, dilepaskan setelah dinyatakan tidak terlibat dalam kejahatan itu.
”Kami cek alat buktinya ternyata yang lima [WN Tiongkok] ini tidak terlibat karena ada sesuatu terkait masalah alat komunikasinya kemungkinan besar terkena hack, sehingga kita pastikan mereka tidak terlibat untuk kasus ini,” ucap Iwan.
”Untuk dari WNI kami pastikan bahwa mereka semua tidak ada yang terlibat dengan kejahatan ini secara langsung, peran mereka hanya sekadar membantu siapkan akomodasi seperti membeli makanan, lalu ngajak keluar atau kebersihan di lokasi,” sambungnya.
Iwan menjelaskan deportasi terhadap 80 WN Tiongkok merupakan permintaan dari Kedubes dan Kepolisian China. Menurutnya, permohonan penangkapan WN Tiongkok tersebut juga berdasarkan permintaan Kepolisian China.
”Kami menerima permohonan dari kepolisian China dan Kedubes China untuk membantu melakukan penangkapan terhadap pelaku penipuan online ini di mana banyak yang menjadi korban adalah WN Tiongkok, dan kita sudah lakukan penyelidikan dan kemudian dilanjutkan penindakan dengan operasi serentak dan kita sekarang sudah kita dapatkan dan tetapkan dan hari ini kita serahkan,” ujarnya.
Sebelumnya Polda Metro Jaya melakukan operasi secara serentak di tujuh lokasi di Jakarta dan Tangerang. Dari tujuh tempat itu, polisi menangkap total 91 orang terduga pelaku penipuan.
”Kita amankan 91 orang itu di antaranya 85 orang WN China, enam orang WNI,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/11).
Para WN Tiongkok itu ditangkap di tujuh lokasi di kawasan Jakarta, Tangerang, hingga Malang. Para pelaku menipu korban yang tinggal di negara asal mereka. (Antara/JIBI)