Video Mesum Pejabat Beredar Camat Karangtengah Dicopot

WONOGIRI—Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mencopot Sunarto dari jabatannya sebagai Camat Karangtengah, Selasa (26/11) lalu.

Rudi Hartono
redaksi@koransolo.co

Lelaki paruh baya itu diduga melanggar kode etik akibat berbuat mesum dengan perempuan bukan istrinya. Ironisnya, perbuatan tersebut direkam lalu rekaman tersebar.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Kamis (28/11), video berisi adegan hubungan suami-istri yang diduga diperankan Sunarto berdurasi satu menit 24 detik. Video tersebar mulai Jumat (22/11) lalu. Warga bisa mudah melihatnya karena video dipasang di status Whatsapp (WA) Camat selama lebih kurang 20-30 menit.
Sunarto baru menyadari video rekaman adegan ranjangnya ada di status WA setelah diberi tahu camat lainnya. Pada saat itu juga Sunarto diminta menghapusnya. Namun, orang sudah telanjur banyak yang melihat.
Warga yang berang sempat berniat menggelar demonstrasi di Kantor Kecamatan Karangtengah. Namun, tokoh masyarakat setempat bisa meredamnya. Salah satu tokoh itu lalu melapor ke Polres Wonogiri.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Haryono, saat ditemui Koran Solo di kantornya kompleks Sekretariat Daerah (Setda), Kamis, menyatakan Sunarto sudah resmi dicopot dari jabatannya. Bupati mengambil langkah cepat itu untuk menghindari terjadinya gesekan atau polemik di Karangtengah.
Sebelumnya tersiar kabar warga bakal menggelar demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan terhadap Sunarto. Haryono memastikan tim Pemkab akan menangani kasus tersebut setelah proses hukum yang dihadapi Sunarto rampung. Jika bersalah, Sunarto akan diberi sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.
“Kami sangat prihatin dengan masalah ini. Ini menyangkut nama baik Wonogiri. Bagaimana pun kami memegang asas praduga tak bersalah,” kata Haryono.
Dia mengaku sudah memanggil Sunarto untuk dimintai klarifikasi. Namun, hingga Kamis Sunarto belum diketahui keberadaannya. BKD juga sudah menghubunginya, tetapi telepon tak bisa tersambung. Sebagai langkah awal BKD menggali informasi dari pegawai Kecamatan Karangtengah.
Tokoh masyarakat Karangtengah yang melaporkan Sunarto ke polisi, Anor Sudibyo, mengatakan dirinya melapor agar Sunarto tak hanya diberi sanksi kepegawaian, tetapi juga pidana. Tersebarnya video tersebut membuat warga sangat resah. Mereka tak terima karena nama baik Karangtengah khususnya, Wonogiri umumnya, telah tercemar.
“Warga sangat marah, geram dengan Pak Camat. Pejabat yang harusnya memberi teladan masa berbuat memalukan seperti itu. Saya kenal dengan perempuan yang di video itu. Dia pemilik salon kecantikan di Karangtengah. Inisialnya Si,” ulas lelaki yang biasa disapa Dibyo itu.
Menurut dia, warga sudah lama tak menyukai Sunarto karena tak simpatik kepada warga. Ketidaksukaan warga memuncak menjadi amarah saat mengetahui Camat terekam video sedang berbuat asusila dengan wanita bukan istrinya. Bahkan, warga sudah menyusun rencana menggelar demonstrasi yang akan diikuti ratusan warga dari berbagai desa. Beruntung, tokoh masyarakat bisa meredam keinginan warga tersebut.
“Kami berharap polisi mengembangkan pengusutan menggunakan UU ITE,” ulas Dibyo.