DPRD: Sunarto Cemarkan Nama Baik Wonogiri

WONOGIRI—DPRD Wonogiri menyesalkan perilaku Camat Karangtengah, Wonogiri, Sunarto, yang mencemarkan nama baik daerah.
Ketua DPRD, Setyo Sukarno, kepada Koran Solo, Jumat (29/11), mengatakan tak selayaknya pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat justru berbuat tak terpuji.
Dia tak habis pikir seorang pejabat berhubungan badan dengan wanita bukan istrinya. Menyedihkannya lagi adegan mesum tersebut direkam dan akhirnya rekaman tersebar luas. Menurut politikus PDIP itu perbuatan asusila Sunarto telah mencoreng nama baik dan membawa dampak tak baik untuk Wonogiri.
“Informasinya perbuatan itu dilakukan di rumah dinas camat yang merupakan fasilitas negara. Ini menyedihkan sekali, kok ya kebangeten men [sungguh terlalu],” kata Setyo saat dihubungi Koran Solo.
Dia mengapresiasi Bupati, Joko Sutopo, yang merespons cepat dengan langsung mencopot Sunarto dari jabatannya. Dia menilai tindakan tersebut sangat tepat untuk menunjukkan ketegasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar disiplin atau kode etik.
Langkah tersebut dapat dimaknai sebagai peringatan bagi seluruh ASN di Wonogiri supaya tetap menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik sesuai
aturan.
“Saya melihat [pencopotan camat] sebagai tindakan yang tepat. Sudah sepantasnya Bupati merespons cepat kasus seperti ini. Itu juga untuk menjaga kredibilitas Pemkab,” imbuh Setyo.
Wakil Ketua DPRD, Sugeng Ahmadi, menyampaikan hal senada. Politikus Golkar itu menilai kasus perbuatan asusila Sunarto mempermalukan daerah. Peristiwa itu harus menjadi pembelajaran untuk semua ASN, agar tak terulang lagi di masa yang akan datang. Kejadian tersebut juga harus menjadi momentum bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas ASN, terutama secara moral.
“Otomatis kejadian ini berdampak buruk untuk daerah. Nama daerah tercoreng. Juga berdampak sosial. Sekarang anak kecil pun bisa mengoperasikan gawai. Mereka bisa mudah mengonsumsi video apa pun yang mereka inginkan. Video [mesum dengan aktor Sunarto] ini kan sudah tersebar. Memprihatinkan sekali,” ucap Sugeng.
Terpisah, Bupati, Joko Sutopo, menilai tindakan asusila Sunarto termasuk pelanggaran kode etik berat. Jika ke depan terbukti pelanggarannya berat, tidak menutup kemungkinan Sunarto bisa diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat. Saat ini pengenaan sanksi belum bisa dilakukan karena masih harus menunggu proses hukum. Dia menegaskan tak akan menoleransi ASN apa pun jabatannya yang melanggar disiplin, kode etik, dan hukum.
Seperti diketahui, Polda Jawa Tengah telah menetapkan Sunarto sebagai tersangka penyebar video mesum. Dia dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan terkait pornografi. Polisi juga menahan Sunato untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (Rudi Hartono)