JSN-POLDA JATENG GELAR RAZIA KECEPATAN 100 Kendaraan Terjaring Razia di Tol

SOLO—Sebanyak 100 kendaraan terjaring razia kecepatan (over speed) di jalan Tol Solo-Ngawi selama dua hari, Kamis-Jumat (28-29/11).

M. ARIS MUNANDAR
redaksi@koransolo.co

Razia digelar Jasamarga Solo Ngawi (JSN) bersama Ditlantas Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Rest Area 538 B ruas jalan Tol Solo-Ngawi.
Sasaran razia tersebut adalah kendaraan yang melebihi batas kecepatan 100 kilomater per-jam dan kurang dari 60 kilometer per jam. Dalam razia tersebut terjaring 100 kendaraan dengan perincian 37 kendaraan melanggar aturan pada hari pertama. Sementara pada hari kedua tercatat 63 kendaraan melanggar aturan.
Manager Operasional JSN, Imam Zarkasi, mengatkan razia bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di ruas tol Solo-Ngawi.

“Kendaraan yang melintas di bawah 60 kilometer per jam sering menimbulkan tabrak belakang. Sementara itu kendaraan yang melintas di atas 100 kilometer per jam seringkali hilang kendali dan menabrak kendaraan yang ada di depannya,” kata Imam saat ditemui Koran Solo di Rest Area 538 B ruas Tol Solo-Ngawi, Jumat.
Untuk mengetahui kendaraan yang melanggar batas kecepatan, kata dia, dapat dilihat dari kamera CCTV yang terpasang di beberapa lokasi ruas jalan tol. Dari kamera CCTV tersebut dapat diketahui jenis kendaraan, pelat nomor, lokasi, serta waktu. “Setelah terekam ada tim IT dari jasamarga yang mengolah rekaman kemudian dicetak sebagai barang bukti kepada pelanggar,” terang dia.
Pihak Jasamarga mengimbau pengguna kendaraan agar menjaga keselamatan dan mematuhi aturan. “Jika lelah harus istirahat, kami sudah menyediakan beberapa rest area di beberapa titik. Selain itu jangan memaksakan kendaraan, setiap empat jam jalan harus istirahat,” imbuh Imam.
Kepala Unit 7 PJR Ditlantas Polda Jateng, AKP Dani Kurniawan, mengatakan pengendara yang melanggar batas kecepatan hanya diberi peringatan atau teguran. Tetapi jika melanggar hal lain seperti tidak membawa SIM, STNK, mobil berlampu strobo dan lain sebagainya bisa diberi surat tilang.
“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 79/2013 Pasal 24 ayat (3) kendaraan yang melintasi area bebas harus berjalan dengan kecepatan minimal 60 kilometer per jam dan maksimal 100 kilometer per jam,” kata dia Dani.
Salah satu pelanggar batas kecepatan kendaraan, Risti mengaku mobil yang ia kendarai melaju 129 kilometer per jam. Ia melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Solo.
“Baru pertama ini ditindak di area tol. Ke depan tidak akan melanggar lagi agar tidak terjadi kejadian seperti ini. Saya kira operasi ini sangat bermanfaat untuk menjaga dan memberi kesadaran bagi pengemudi yang melintasi ruas tol,” kata warga Colomadu, Karanganyar, tersebut. (JIBI)