Miras dan Rokok Ilegal Dimusnahkan

SUKOHARJO—Ratusan botol minuman keras (miras) dan rokok ilegal dimusnahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Jumat (29/11/2019) pagi.
Selain miras dan rokok ilegal, Satpol PP juga memusnahkan satu ton bleng atau cethithet dan boraks hasil sitaan BPOM. Pemusnahan tersebut dilakukan oleh Satpol PP sebagai bentuk komitmen Pemkab Sukoharjo dalam memberantas penyakit masyarakat.
Berdasarkan pantauan Solopos.com [grup media Koran Solo], pemusnahan miras dan rokok ilegal dilakukan Pemkab Sukoharjo seusai upacara peringatan HUT ke-48 Korpri dengan dipimpin Sekreetaris Daerah (Sekda) Agus Santosa. Pemusnahan miras dilakukan dengan dihancurkan atau digilas stoomwals. Kemudian rokok ilegal, bleng beserta pewarna dan boraks dimusnahkan dengan cara dibakar. Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengungkapkan miras dan rokok ilegal dimusnahkan merupakan hasil operasi pekat dalam tujuh bulan terakhir.
”Kali ini ada 670 botol miras berbagai jenis dan merek yang kami musnahkan hasil operasi yustisi yang dilakukan Satpol PP dalam tujuh bulan terakhir. Operasi yang kami lakukan juga bersama petugas lain dari Polri dan TNI. Jadi hasil operasi gabungan,” ungkap Heru di sela pemusnahan.
Miras berbagai merek yang dimusnahkan antara lain Anggur Hitam 48 botol, Anggur Putih 60 botol, Beer Bintang 114 botol, Beer Singaraja 24 botol, Vodka 100 botol, ciu jenis anggi 60 botol, dan juga tiga jeriken ciu.
Selain itu, Satpol PP juga membakar rokok ilegal tanpa cukai sebanyak 403 bungkus, bleng atau cethithet 478 pak, boraks setengah karung, dan pewarna dua bungkus. Khusus untuk borak, bleng dan pewarna merupakan titipan hasil sitaan BPOM dari salah satu industri rumahan di wilayah Bulakrejo, Sukoharjo.
”Selama ini pemusnahan miras identik dengan Polres Sukoharjo. Namun sejak 2017, Satpol PP juga memiliki wewenang untuk melakukan pemusnahan sendiri,” katanya. (Indah Septiyaning W.)