Usaha Karaoke Dilarang di Kemukus

SRAGEN—Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menegaskan semua usaha karaoke di kawasan Gunung Kemukus belum mengantongi izin.

Moh. Khodiq Duhri
redaksi@koransolo.co

Orang nomor satu di Sragen itu juga menegaskan Gunung Kemukus bukan tempat yang cocok untuk bisnis karaoke.
Hal itu disampaikan Bupati Yuni saat ditemui wartawan seusai berziarah ke Makam Taman Pahlawan Hasta Manggala Manding, Jumat (29/11). Bupati menilai Pemkab Sragen tidak perlu menutup paksa usaha-usaha karaoke di kawasan Gunung Kemukus itu.
“Semua usaha karaoke di sana tidak ada yang berizin. Di sana memang tidak boleh ada usaha karaoke. Tidak usah ditutup [paksa], karena tidak berizin ya secara otomatis usaha itu tidak boleh berdiri di sana,” jelas Bupati.
Terkait rencana digulirkannya proyek The New Kemukus yang menelan anggaran senilai Rp88 miliar, Bupati mengimbau warga sekitar menyambut baik. Dia meminta masyarakat tidak perlu resah menanggapi rencana renovasi objek wisata secara besar-besaran itu.
“Penertiban, penataan dan lain sebagainya itu untuk membuat Sragen lebih baik. Kita ingin membenahi sesuatu yang akan menjadi ikon baru bagi Sragen. Intinya perekonomian warga sekitar akan meningkat apa bila Gunung Kemukus kita renovasi,” papar Bupati.
Bupati tidak menampik adanya penolakan dari sekelompok warga yang merasa keberatan bila usaha karaoke di kompleks Gunung Kemukus ditertibkan. Terkait hal itu, Pemkab Sragen siap memfasilitasi pertemuan dengan warga untuk menemukan solusi.
“Yang masih keberatan silakan disampaikan kepada kami. Kami siap berdiskusi untuk menemukan solusi,” jelasnya.
Ditanya terkait rencana pembebasan lahan untuk menunjang proyek The New Kemukus, Bupati masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, masalah pembebasan lahan itu masih dalam tahap pembicaraan di tingkat Kementerian PUPR.
“Berapa luas lahan yang mau dibebaskan? Kegunaannya untuk apa? Kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” jelasnya.
Bupati mendukung penuh langkah Kementerian PUPR yang menangani langsung proses revitalisasi Gunung Kemukus. Pemkab Sragen, kata dia, siap membantu menyediakan apa pun yang diperlukan demi kelancaran proyek The New Kemukus itu.
“Dalam benak kami, kalau Gunung Kemukus itu ingin dibuat objek wisata yang baik, tentu harus ada maket yang jelas, berapa luasan yang diperlukan? Apa tugas kami [Pemkab Sragen], apa tugas Balai [Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana selaku pengelola Waduk Kedung Ombo], Apa tugas dari pemerintah pusat? Intinya kami mendukung, wong [proyek] itu kami yang minta,” jelasnya.
Sementara itu, Nuryoso, 45, warga yang tinggal di sekitar kompleks Gunung Kemukus bersikukuh berharap usaha karaoke yang dikelola warga tetap dipertahankan. Dia juga tidak berharap usaha warung karaoke direlokasi ke tempat lain. Dia khawatir bila direlokasi, para pemilik usaha karaoke itu kalah bersaing dengan pengusaha bermodal besar.
“Pemilik usaha karaoke ini hanya orang kecil yang ingin mengais rezeki dari pengunjung. Kalau direlokasi nanti kalah bersaing dengan pemodal besar,” ujarnya.