Pilkada 2020 Sukoharjo Poros Baru Diprediksi Muncul

SUKOHARJO—Poros baru koalisi partai politik (parpol) diprediksi muncul menjelang bergulirnya tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020.
Poros baru koalisi parpol bakal mengusung bakal calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) bersaing dengan kandidat lain.
Konstelasi politik dipastikan berubah apabila poros baru benar-benar muncul menjelang pilkada. Selama ini, hanya ada dua poros koalisi partai dalam kontestasi politik pada 2020. PDIP Sukoharjo yang menjadi parpol terkuat di parlemen mengajukan duet pasangan bakal cabup-cawabup, Etik Suryani-Agus Santosa ke DPP PDIP di Jakarta.
Poros koalisi partai lainnya adalah PAN dan Partai Gerindra yang sama-sama mengajukan Joko “Paloma” Santosa dan Wiwaha Aji Santoso sebagai bakal cabup dan wabup.
”Ada tiga opsi yakni bergabung ke PDIP atau gerbong PAN-Gerindra. Bisa juga membangun poros baru dengan partai lain. Jika dilihat komposisi parlemen, memungkinkan ada tiga poros,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Jateng, Rohadi Widodo, saat dihubungi Koran Solo, Minggu (1/12).
Rohadi menyebut peluang terbentuknya poros baru masih terbuka lebar lantaran belum semua partai menentukan sikap politik. Poros baru koalisi partai bisa terbentuk asalkan ada persamaan visi dan misi.
Tak menutup kemungkinan, PKS bakal menginisiasi terbentuknya poros baru dengan berkoalisi dengan partai lain. “PKS bisa berkoalisi dengan Partai Golkar atau PKB untuk membentuk poros baru. Yang jelas, kami tak bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi dengan partai lainnya. Jumlah kursi PKS di parlemen hanya lima kursi,” ujar dia.
Mantan Wakil Bupati Karanganyar ini menyampaikan pengurus PKS telah melakukan penjaringan figur potensial menghadapi pesta demokrasi terbesar di Sukoharjo. Di kalangan kader internal partai, muncul nama Hasman Budiadi sebagai figur potensial PKS dalam Pilkada Sukoharjo.
Selain itu, penjajakan dengan partai lain terus dilakukan untuk menyamakan visi dan misi dan kecocokan. “Sesuai hasil survei, Pak Hasman paling tinggi dibanding kader internal partai lainnya. Dinamika politik yang berkembang masih cair, bisa berubah setiap saat,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Sukoharjo, Syarif Hidayatullah, menyatakan hingga sekarang belum ada komitmen dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon. Syarif juga masih menunggu tawaran dan komitmen politik para bakal cabup-cawabup.
Kendati demikian, struktural partai tetap melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Dia ingin koalisi partai yang dibangun bersifat saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.
“Kursi kami di parlemen hanya tiga kursi. Kami tak ingin dipandang sebelah mata meski hanya meraih tiga kursi. Karena itu, partai lain yang berkomitmen dengan PKB harus saling menguntungkan,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)