6 Tiang PJU Roboh Diterjang Puting Beliung

SUKOHARJO—Sebanyak enam tiang penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya di Desa Ngreco dan Tawang, Kecamatan Weru roboh diterjang hujan yang disertai angin kencang, Senin (2/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Angin kencang atau puting beliung juga memorak-porandakan warung makan dan pohon di pinggir jalan.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Senin, awan hitam menggumpal di langit sesaat sebelum turun hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Weru dan sekitarnya. Hujan lebat disertai angin kencang terjadi selama sekitar 10 menit. Lisus menerjang wilayah Desa Ngreco dan Tawang yang mengakibatkan tiga tiang PJU roboh.
Kepala Desa Tawang, Maryanto, mengatakan tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Satu warung makan milik Paidi di Dusun/Desa Tawang ambruk diterjang puting beliung. Bangunan warung semi permanen menimpa delapan unit sepeda motor. “Ada beberapa sepeda motor yang tertimpa bangunan warung makan termasuk sepeda motor dinas saya. Atap rumah warga juga ada yang rusak,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo, Senin.
Menurut Maryanto, tiang panel tenaga surya itu memasok listrik penerangan jalan umum yang dipasang di sepanjang jalan Tawang-Cawas, Klaten. tiang PJU itu dipasang pada 2018 untuk menerangi ruas jalan penghubung itu.
Sukarelawan bencana alam bersama warga langsung memotong batang pohon tumbang di bahu jalan. “Pasokan listrik warga tak ada masalah lantaran panel tenaga surya hanya digunakan untuk penerangan jalan umum. Sekarang kondisi jalan gelap karena lampu penerangan jalan mati,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan sukarelawan bencana alam masih membersihkan puing-puing bangunan warung dan pohon tumbang. Mereka juga mendata jumlah rumah penduduk yang rusak akibat diterjang lisus.
“Kami meminta masyarakat mewaspadai angin kencang saat turun hujan lebat. Hujan turun kadang kala disertai angin kencang yang bisa merusak rumah penduduk dan menumbangkan pohon,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)