Jelang Pilkada Sukoharjo Golkar Emoh Bentuk Poros Baru

SUKOHARJO—Partai Golkar menolak diajak membentuk poros baru koalisi partai politik (parpol) menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020. Partai berlambang pohon beringin itu telah berkomitmen membangun koalisi dengan PDIP.
Sebelumnya, wacana pemben­tukan poros baru koalisi partai dimunculkan PKS dengan menggandeng Partai Golkar atau PKB. Apabila poros baru benar-benar terbentuk dipastikan mengubah konstelasi politik menjelang pilkada. Selama ini, hanya ada dua poros koalisi partai dalam kontestasi politik pada 2020. PDIP Sukoharjo yang menjadi parpol terkuat di parlemen mengajukan duet pasangan bakal cabup-cawabup, Etik Suryani-Agus Santosa ke DPP PDIP di Jakarta.
“Untuk saat ini, kami tetap berkomitmen merapat ke gerbong PDIP karena ada kedekatan dengan Pak Wardoyo [Wardoyo Wijaya]. Saya yakin hanya ada dua poros koalisi partai pada pilkada. Poros baru koalisi partai hanya sekedar wacana,” kata Sekretaris DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Sardjono, saat berbincang dengan Koran Solo, Senin (2/12).
Sementara itu poros koalisi partai lainnya adalah PAN dan Partai Gerindra yang sama-sama mengajukan Joko “Paloma” Santosa dan Wiwaha Aji Santoso sebagai bakal cabup dan wabup.
Sinyal kuat Partai Golkar merapat ke gerbong PDIP terlihat saat acara sarasehan dan tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar di Kantor DPD II Partai Golkar pada akhir Oktober. Acara itu dihadiri struktural dan kader Partai Golkar Sukoharjo serta pengurus DPP Partai Golkar.
Kala itu, Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dan Bendahara DPC PDIP Sukoharjo, Wawan Pribadi ikut menghadiri acara tersebut. Bahkan, Wardoyo ikut memberikan potongan nasi tumpeng kepada Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Giyarto. “Komitmen politik ini sudah dibangun sejak awal. Kami bakal bergabung dengan PDIP dalam Pilkada Sukoharjo,” ujar dia.
Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo ini menjelaskan masih menunggu rekomendasi pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-wabup) dari DPP PDIP. Partai Golkar ingin memastikan pasangan calon yang diusung PDIP dalam kontestasi politik pada tahun depan.
Partai Golkar tak memiliki figur kader potensial yang bisa diusung sebagai bakal cabup-cawabup dalam pilkada. “Tidak ada kader internal partai yang berniat maju sebagai bakal cabup atau cawabup. Kami merupakan partai pendukung pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah,” papar dia.
Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Jateng, Rohadi Widodo, mengatakan pembentukan poros baru koalisi partai merupakan opsi terakhir dalam menentukan arah politik menjelang pilkada. Struktural PKS Sukoharjo bakal mengkaji secara mendalam untuk memastikan arah politik.
Menurut Rohadi, dinamika politik yang berkembang bisa berubah setiap saat. “Jika dilihat komposisi parlemen, memungkinkan ada tiga poros. Struktural partai bakal menyerap aspirasi para kader di level bawah. Aspirasi itu bakal dibahas secara detail di tingkat struktural partai,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)