Jembatan Jebol, Potensi Pendapatan Hilang Rp250.000/Hari

WAHYU PRAKOSO

SOLO—Jalan di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, yang biasa dilintasi pengguna jembatan sasak di Sungai Bengawan Solo dari atau menuju Dusun Jagang RT 001 RW 005, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, pukul 08.00 WIB, Senin (2/12), tak seperti biasanya sepi.
Sejak jembatan jebol akibat arus deras sungai pada Jumat (29/11) malam, tidak ada yang melintasi jalan tersebut. Jalan kampung hanya diramaikan kendaraan pengangkut material yang melayani kebutuhan proyek pembangunan pintu air Demangan.
Koran Solo mencoba mencapai Dusun Jagang melalui akses jalan terdekat, Jembatan Mojo. Untuk mencapai Dusun Jagang butuh waktu antara 20 menit sampai 25 menit dari Solo.

Selama 15 menit berada di jalan arah jembatan di Jagang, dua pengendara sepeda motor dan dua pengendara sepeda kecele. Salah satu warga yang membawa dagangan karak pada keranjang anyaman bambu di sepeda miliknya, Samiyem, kecele karena jembatan ambrol. Ia harus memutar melintasi Jembatan Mojo untuk menuju Solo.
”Setiap hari saya berjualan. Kemarin saya libur dan baru tahu jembatan ambrol pagi ini. Semoga jembatan bisa cepat diperbaiki karena merupakan akses jalan tercepat menuju Solo,” ujar wanita 63 tahun tersebut.
Warga Dusun Jagang, Lutfi, 33, menjelaskan, setiap hari melintasi jalan tersebut. ”Istri saya dari Sewu. Saya asli Gadingan. Kalau lewat Jembatan Mojo harus memutar 20 sampai 25 menit mengendarai sepeda motor. Walau harus membayar Rp2.000 sekali melintasi jembatan, warga sangat terbantu jembatan ini,” ungkapnya.
Penjaga jembatan yang biasa bertugas, Warsono, menjelaskan setiap tahun ada lelang untuk mengelola penyeberangan. Pada lelang awal tahun ini pemenang lelang harus membayar Rp20 juta kepada Dishub Sukoharjo. ”Jembatan baru sekitar empat bulan. Membutuhkan biaya Rp7 juta untuk membangun jembatan,” ujarnya.
Dalam satu hari, Warsono membagi tugas untuk berjaga dengan satu rekannya. Warsono berjaga mulai pukul 06.30 WIB sampai 16.30 WIB dengan pendapatan sedikitnya Rp200.000 per hari. Sementara saat giliran malam sedikitnya ada pendapatan Rp50.000 setiap malam. ”Kebanyakan yang melintasi jembatan merupakan warga Sukoharjo. Mereka bekerja dan berjualan di Solo,” ujarnya. (JIBI)