Kantor KUA Ngrampal Dibobol Maling 79 Pasang Buku Nikah Raib

SRAGEN—Kantor KUA Ngrampal, Sragen, disatroni pencuri, Minggu (1/12). Sebanyak 79 pasang buku nikah yang raib digondol pencuri. Sebanyak 14 pasang buku nikah di antaranya milik pengantin baru yang belum diambil.
Buku nikah milik para pengantin baru itu akan diganti dengan yang berdasarkan hasil konsultasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah.
Berdasarkan laporan kehilangan yang dibuat Kepala KUA Ngrampal, Sutrisno, belasan pasang buku nikah baru itu milik warga Bandung dua pasang, warga Kebonromo dua pasang, warga Pilangsari sebanyak empat pasang, warga Bener tiga pasang, warga Klandungan dua pasang, dan warga Ngarum satu pasang.
Sementara buku nikah yang kosong belum terisi sebanyak 25 pasang dan buku nikah duplikat sebanyak 40 pasang juga dibawa kabur pencuri. Sutrisno saat ditemui Koran Solo di kantornya, menyampaikan kasus pencurian di KUA Ngrampal ini merupakan peristiwa kali kedua. Pencurian pertama, kata dia, terjadi pada Juni tahun lalu yang berakibat dua unit central processing unit (CPU) computer raib. Dia mengatakan dua unit CPU itu berisi data sistem informasi manajemen pernikahan (Simkah).
“Setelah enam bulan, KUA Ngrampal kemasukan pencuri lagi pada Minggu (1/12) lalu. Anehnya yang diambil buku-buku nikah yang jumlahnya 79 pasang yang saya simpan di lemari dalam ruangan saya. Biasanya buku-buku itu saya simpan di brankas. Kebetulan yang kami keluarkan ya yang dicuri itu. Sisanya di brangkas masih 50 pasang buku nikah,” ujar Sutrisno.
Dia menduga pencuri yang masuk lebih dari satu dan diduga pencuri yang sama pada kasus pencurian sebelumnya. Untuk antisipasi pencurian lagi, Sutrisno meningkatkan pengamanan kantor dengan memasang gembok dan trailis pada pintu masuk kantor di bagian belakang. Sutrisno mengatakan pencuri merusak pintu kantor dengan cara menggergaji. Ada dua pintu yang rusak. Dia menyebut pintu di lantai I dan pintu di lantai II.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sragen Hanif Hanani meninjau Kantor KUA Ngrampal yang kecurian buku nikah. Dia mengecek pintu yang rusak dan berdialog dengan Kepala KUA Ngrampal yang kebetulan juga didatangi Camat Ngrampal Joko Hendang Murdono.
“Menurut informasi dari Kasi Bimas Islam yang sekarang konsultasi di Kanwil Semarang, untuk buku nikah yang sudah jadi tetapi hilang dicuri akan diganti dengan buku yang baru, bukan duplikat,” ujarnya. (Tri Rahayu)