Perkelahian di Gudang Berujung Maut

SUKOHARJO—Aksi perkelahian di gudang distributor makanan kecil tepatnya di Ruko HA-19 di kompleks ruko Solo Baru mengakibatkan seorang karyawan gudang itu meninggal dunia, Minggu (1/12)
dini hari.

(Bony Eko Wicaksono)
redaksi@koransolo.co

Korban bernama Kelvin Wijaya, warga Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, menderita luka parah di bagian leher.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Senin (2/12) korban dan enam karyawan distributor makanan kecil beristirahat di dalam ruko. Tiba-tiba terdengar cekcok mulut antara seorang pria dan wanita di halaman ruko.
Wanita itu lantas berlari dan bersembunyi di belakang mobil. Lantaran merasa terusik, seorang karyawan distributor makanan kecil bernama Andi Wijaya membuka pintu ruko dan menegur wanita dan pria agar tak ribut.
Tiba-tiba, beberapa pria menghampiri Andi dan langsung memukuli. Mendengar keributan di depan ruko, para karyawan gudang terbangun dan turun dari lantai II. Mereka berupaya melerai keributan tersebut.
“Saya ingin melerai namun dipukul di bagian muka. Saya langsung lari naik ke lantai II. Mereka berjumlah sekitar 10 orang. Kami dengan pelaku tidak saling kenal,” kata seorang korban, Agus Mistono, saat ditemui wartawan di kawasan Solo Baru, Senin.
Kala itu, Kelvin Wijaya tak luput dari aksi penganiayaan di dalam ruko. Beberapa karyawan gudang lainnya mengalami hal serupa. Sebagian karyawan lainnya berlari ke lantai II untuk menyelamatkan diri.
Sementara dua karyawan gudang bernama Wafi dan Defri berlari menuju Mapolsek Grogol yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Mereka melaporkan kejadian itu kepada petugas piket Polsek Grogol.
“Saat itu, Kelvin sudah tak sadarkan diri. Saya terpaksa meloncat dari lantai II agar bisa selamat. Saya berlari menuju Mapolsek Grogol,” ujar Agus.
Rawat Inap
Tak berapa lama kemudian, polisi mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Kelvin langsung dibawa ke RS Indriati, Solo Baru. Lantaran telah meninggal, jasda Kelvin dibawa ke RS dr. Moewardi, Solo, untuk diautopsi.
“Jenazah diantar langsung kakaknya ke rumah duka di Malang. Informasi yang saya dengar, hari ini [Selasa] korban dimakamkan,” tutur Agus.
Sementara seorang korban lainnya, Febri Kastanto menderita luka di organ dalam di bagian perut. Dia mengaku dipukuli di bagian perut. Lantaran kondisinya cukup parah, Febri harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Selain Febri, korban lain bernama Jupriyono juga harus menjalani rawat inap di rumah sakit. “Kemarin, saya enggak bisa makan karena perut masih nyeri. Sekarang sudah berangsur membaik dan bisa makan,” papar dia.
Sementara itu, Kapolsek Grogol, Iptu Grandika Indera Waspada, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan penyidik masih mendalami keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, penyidik juga mengecek rekaman kamera close circuit television (CCTV) yang dipasang di sekitar lokasi kejadian.
“Ada satu korban yang meninggal dunia. Penyidik masih bekerja keras melakukan penyelidikan,” kata dia.