PT RUM: Pembawa Limbah Pihak Ketiga

BONY EKO WICAKSONO

SUKOHARJO—PT Rayon Utama Makmur (RUM) mengonfimasi limbah yang dibuang di Kali Pedes, Brebes, berasal dari pabrik di Sukoharjo. Yang bertanggung jawab dalam kasus itu transporter atau perusahaan pengangkut limbah.
Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, mengklarifikasi kabar limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang ditemukan di bantaran Kali Pedes, Brebes.

Bintoro langsung membongkar dokumen kerja sama dengan pihak ketiga yang bertugas mengangkut dan mengolah limbah B3.
PT RUM bekerja sama dengan dua perusahaan yakni PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB) dan PT Sinerga. PT MTLB bertugas mengangkut limbah B3 dari pabrik menuju lokasi pengolahan limbah. Sementara PT Sinerga mengelola limbah tersebut. ”Saya sendiri yang membongkar dokumen kerja sama dengan pihak ketiga. Kami tak memiliki izin mengangkut dan mengolah limbah B3 sehingga harus bekerja sama dengan pihak ketiga,” kata dia saat dihubungi Koran Solo, Senin malam.
Bintoro berupaya melacak kasus pembuangan limbah B3 di Brebes. Dia memeriksa berbagai dokumen resmi dan laporan pengangkutan limbah B3. Hasilnya, limbah B3 bersegel PT RUM dengan nomor segel 1803425 diangkut pada 25 November.
Saat itu, sopir dan kernet beristirahat di warung makan di wilayah Brebes. Mereka mengangkut limbah B3 ke lokasi pengolahan limbah. ”Saya interogasi sopir dan kernet truk sesampai di pabrik. Mereka tidak tahu ada limbah yang tercecer atau diambil orang lain. Jadi ini oknum tapi saya tak mau menuduh siapa pun. Lebih baik menunggu hasil penyelidikan polisi,” ujar Bintoro.
Bintoro merasa penemuan limbah B3 itu mencoreng reputasi PT RUM yang mengelola limbah sesuai prosedur. Dia bakal menyampaikan klarifikasi terkait penemuan limbah B3 saat pertemuan menbahas pencemaran Bengawan Solo yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang pada Selasa (3/12).
Limbah cair tersebut dibuang dan mencemari pekarangan warga di Dukuh Satir, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes. Di lokasi pembuangan limbah ini, ditemukan segel tertulis PT Rayon Utama Makmur.
Limbah cair berwarna kuning kecokelatan ini mencemari pekarangan milik Karso, 59, yang berdekatan dengan bantaran Kali Pedes. Cairan berbau menyengat ini, menurut Karso, menyebabkan pohon-pohon di pekarangannya mati dan menyebabkan sesak napas bagi yang menghirupnya.
”Dibuangnya di pekarangan saya. Bau sangat menyengat dan bisa membuat sesak napas. Limbah ini merusak tanaman karena pada mati. Tanah yang terkena limbah ini juga ikut terbakar,” ujar Karso.
Pria yang memiliki warung di dekat lokasi kejadian ini tidak mengetahui yang membuang limbah tersebut. ”Paling mungkin dibuang pada malam hari. Kalau menurut cerita warga, sudah kali ketiga limbah ini dicurahkan di pekarangan sini,” lanjut Karso.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes melayangkan surat ke PT RUM. Surat itu berisi permintaan penjelasan kepada PT RUM terkait limbah B3 yang dibuang di wilayah Kabupaten Brebes.
Limbah cair B3 ditemukan warga, Rabu (27/11). Limbah berwarna kuning kecokelatan dengan bau sangat menyengat itu mencemari lingkungan dan membuat tanaman di area seluas 200 m2 mati.
Kepala DLHPS Brebes, Edy Kusmartono, mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel dari limbah cair itu dan melakukan pengujian. Dari hasil penelitian itu, ia memastikan limbah cair itu berbahaya dan merupakan limbah hasil produksi tekstil.
“Sudah kami teliti limbah cair itu dan sudah dipastikan itu memang limbah B3. Limbah itu bekas dari produksi tekstil,” terang Edy saat dihubungi Semarangpos.com.
Edy berharap PT RUM Sukoharjo memberikan keterangan secara resmi kenapa limbah B3 bisa tercecer di Brebes. Apakah limbah itu dibuang secara sengaja atau tidak.
Kawasan itu diduga tidak hanya menjadi lokasi pembuangan limbah B3 milik satu perusahaan. Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, area yang banyak ditumbuhi pepohonan itu juga menjadi lokasi pembuangan limbah B3 beberapa perusahaan.
“Ada indikasi lebih dari satu perusahaan yang buang limbah B3 di lokasi itu. Soalnya, ada dua bundel yang ditemukan di lokasi pembuangan itu. Indikasinya bukan hanya perusahaan yang satu itu [PT RUM Sukoharjo]. Nanti saya kasih tahu kalau waktunya sudah tepat,” ujar Hadi saat dihubungi Semarangpos.com, Senin. (Imam Yuda/Detik/JIBI)