Spa dan Panti Pijat Kembali Didata

SOLO—Berkaitan dengan rencana pengembangan wisata kesehatan dan kebugaran, Dinas Pariwisata Solo segera menginventarisasi tempat usaha pijat dan spa.
BAYU JATMIKO ADI
redaksi@koransolo.co

Hal itu untuk memastikan potensi destinasi wisata kesehatan dan spa di Solo.

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, mengatakan saat ini Solo memiliki beberapa lokasi pijat maupun spa serta lokasi wisata kesehatan lainnya. Namun untuk memastikannya, pihaknya akan kembali mendata serta memastikan kesiapan dari tempat-tempat tersebut dalam menyambut rencana pengembangan wisata kesehatan.
”Kami sekaligus ingin melihat bagaimana perizinannya, pelayanan dan sebagainya. Sebab ini kaitannya dengan destinasi wisata,” kata dia saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (2/12).
Dia mengatakan banyaknya tempat pijat, spa maupun usaha lain yang berkaitan dengan wisata kesehatan, tentu bisa dilihat sebagai peluang. ”Namun tentunya harus dipastikan bahwa tempat-tempat tersebut menjalankan pelayanannya sesuai aturan. Jangan sampai justru kesannya miring, sebab di sisi lain kami juga tengah mengembangkan wisata religi di Solo, itu nanti bisa kontra produktif. Jangan sampai mengejar peluang, tapi hasilnya mengecewakan,” kata dia.
Berdasarkan data 2018 dari Dinas Pariwisata Solo, ada lebih kurang 41 panti pijat dan 19 spa di Solo. Setelah melakukan pendataan, pihaknya juga akan melakukan penertiban dan pengawasan untuk memastikan wisata kesehatan di Solo benar-benar aman dan nyaman untuk semua orang.
”Fungsi pemerintah mengatur, jangan sampai ada yang tidak punya izin. Kemudian masalah kelayakan tempat, sertifikasi, pengawasan dan sebagainya,” lanjut dia. Untuk pengembangan wisata kesehatan ini pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan daerah lain di sekitar Solo.
Rencana pemerintah untuk mengembangkan wisata kesehatan dan kebugaran itu pun disambut baik oleh pelaku usaha di bidang kesehatan dan kebugaran di Solo. Plt. Pemimpin Nest Bina Bangsa, Adi Swandaru, mengaku sangat mendukung dan memberi apresiasi adanya rencana pengembangan wisata kesehatan dari pemerintah.
”Sebab Nest Spa merupakan salah satu destinasi yang bisa dikunjungi wisatawan yang menginginkan relaksasi. Kami memberikan fasilitas sebagai upaya pencegahan sakit. Ada spa herbal, pijat, dan sebagainya,” kata dia kepada Koran Solo, Senin.
Dia mengatakan di Solo, Nest Spa memiliki outlet di Jl. Perintis Kemerdekaan. Tapi juga bekerja sama dengan sejumlah hotel di Solo. ”Kepada pelanggan kami juga memberikan fasilitas pembayaran nontunai serta fasilitas member untuk bisa digunakan di semua outlet di Indonesia. Artinya peningkatan mutu dan kualitas kami jaga. Sertifikasi terapis sudah menjadi SOP yang harus dipenuhi. Semua harus bersertifikat,” kata dia.
Founder Nakamura The Healing Touch, Gus Minging, mengatakan niat pemerintah untuk mengembangkan wisata kesehatan dan kebugaran akan menjadi iklim yang sangat positif. ”Ini akan memberikan dorongan semangat bagi kami untuk bisa melayani lebih baik lagi,” kata dia saat dihubungi, Senin.
Dia mengatakan saat ini Nakamura memiliki empat outlet di Soloraya yang memberikan beragam layanan mulai akupresur, kerokan dan sebagainya. Pelayanan dilakukan langsung oleh para terapis yang dididik langsung oleh Nakamura dan memiliki sertifikasi. Melalui pelayanan tersebut, pihaknya ingin mendorong agar masyarakat Indonesia juga bisa turut melestarikan teknik pengobatan tradisional yang aman dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh. (JIBI)