Warung Bakso Kejujuran

ICHSAN KHOLIF RAHMAN

SOLO—Warung bakso di Jl. Kahuripan No.81, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, ini dikonsep tidak biasa. Seperti prasmanan, pembeli bebas mengambil sendiri jenis dan jumlah isi bakso seperti pentol, tahu, pangsit, mi, kuah, serta aneka minuman yang disediakan.
Setelah selesai makan pembeli tinggal meninggalkan uang di kasir sesuai jumlah isi bakso serta minuman yang dipilih.

Harga isi bakso dan minuman terpampang di dinding warung, sehingga pembeli tinggal meninggalkan uang sesuai harga yang tertera. Pemilik warung pun tidak menghitung berapa jumlah yang harus dibayar pembeli.
Itulah Bakso Kejujuran yang dikelola Artanto, 48, di sebuah rumah kontrakan yang ia sulap menjadi warung bakso. Sudah sepekan terakhir eks pebisnis mebel itu membuka warung bakso bersama rekan semasa kuliahnya di Malang dahulu, Widodo.
Tak jauh berbeda dengan lainnya, di warung milik Artanto juga berjajar beberapa meja dan sebuah ruang kecil untuk lesehan. Di seluruh meja terdapat berbagai pelengkap bakso seperti saus dan kecap. Hanya, di setiap tembok warung terdapat berbagai gambar dari spanduk jenis MMT berupa daftar harga yakni tulisan “Sebuah Pentol Bakso Rp2.000 lainnya Rp.1000”. Di sudut lainnya, terdapat tulisan penjelasan menu selain bakso seperti mi kuning Rp1.000, tahu putih Rp1.000, dan pangsit Rp1.000. Sedangkan, seluruh minuman harganya sama, Rp3.000.
Dengan slogan Ambil Sendiri, Hitung Sendiri, dan Bayar Sendiri, Artanto mengonsep warung layakanya warung makan prasmanan. Hanya, pemilik warung tidak akan menghitung makanan para pengunjung. Kasir warung hanya bertugas menerima uang dari pelanggan. Apabila ada uang kembalian, kasir akan memberikan sesuai yang diminta pelanggan.
“Kalau berjualan tidak mengambil keuntungan itu bohong. Saya tetap mengambil untung dari berjualan di Bakso Kejujuran. Hanya lebih dari setengah keuntungan saya salurkan untuk anak-anak panti asuhan,” ujar Artanto saat berbincang dengan Koran Solo, Senin. (JIBI)