Ledakan Guncang Kawasan Monumen Nasional Masyarakat Tetap Liburan di Monas

JAKARTA—Masyarakat baik dari Jakarta maupun turis mancanegara tetap antusias berlibur di kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk berwisata di tempat yang menjadi saksi bisu kejadian ledakan granat asap pada Selasa (3/12) pagi.

redaksi@koransolo.co

Meski sempat ditutup pada pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB masyarakat tetap antusias untuk berkunjung dan melihat- lihat bagian dalam tugu yang dibangun pada 1961 itu.
“Ya so far, so good. Liburan ke sini nyaman-nyaman aja. Aman juga kok,” kata Jack saat ditemui di Monas.
Jack tidak tahu sama sekali kejadian ledakan granat terjadi Monas pada Selasa pagi, meski akhirnya mengetahui kejadian itu ia tetap ingin menghabiskan waktu berliburnya melihat pemandangan Ibu Kota dari Monas.
Pengunjung lainnya yang bernama Siswanto juga mengatakan hal yang serupa bahwa ia merasa aman saat berkunjung ke Monas meski tahu kejadian ledakan itu.
“Pengamannya kan sama saja seperti hari biasa, tidak ada yang spesial pasti dicek tasnya apa yang dibawa. Tapi ya sudah nyaman-nyaman saja mau berlibur ke sini bareng saudara saya yang dari luar kota,” kata Siswanto.
Tika pengunjung lainnya juga merasa liburannya kali ini ke Monas menyenangkan seperti biasanya meski ia sudah tahu ada ledakan granat pada pagi harinya.
”Iya saya tau pas sudah sampai sini, tapi kepalang tanggung saya tungguin sampe buka. Ada atau enggak ada [ledakan granat] sebenarnya saya tetep liburan ke Monas,” kata Tika.
Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di kawasan Monas saat beberapa anggota TNI berolah raga pada Selasa pagi.
Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya telah mengerahkan tim guna menyelidiki ledakan yang melukai dua anggota TNI, yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan. Dua korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.
”Iya dua korban itu bisa disebut saksi kunci,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa.
Yusri mengatakan dua korban itu masih dirawat di rumah sakit. Kedua korban sudah dijenguk Kapolda dan Pangdam. “Tapi memang sementara masih dalam perawatan, belum bisa diambil keterangannya,” sambungnya.
Bila kondisi korban pulih, polisi akan meminta keterangan dari kedua anggota TNI tersebut. Korban, menurut Yusri, menderita luka di tangan.
“Mudah-mudahan nanti sore atau besok setelah mulai agak tenang akan diambil keterangan untuk mengetahui apa yang terjadi saat itu,” kata Yusri.
Ledakan granat terjadi di kawasan Monas, sekitar pukul 07.15 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan sumber ledakan berasal dari granat asap. “Ini diduga granat asap yang meledak,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy di Monas, Jakarta Pusat.
Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman, mengatakan tidak ada kekhawatiran ledakan di Monas, Selasa pagi berdampak signifikan terhadap minat investasi.
”Enggaklah. Itu kan cuma peristiwa kecil,” katanya ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa.
Fadjroel juga mengatakan pascaledakan, tidak ada pengetatan pengamanan di sekitar Istana. Ia juga memastikan kondisi di kawasan Istana baik-baik saja meski ledakan granat asap itu melukai dua orang personel TNI. (Antara/Detik/JIBI)