PEMBANGUNAN TAK SESUAI DED DPRD Minta Proyek IPAL Komunal Dibongkar

SOLO—Legislator Komisi II DPRD Solo kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek-proyek pembangunan fisik tahun 2019,
Selasa (3/12).

Kurniawan
redaksi@koransolo.co

Kali ini dua proyek pem-bangunan IPAL komunal di wilayah RT 005/RW 024 dan RT 006/RW 024, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, yang diperiksa.
Dalam sidak yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno itu para legislator dibuat geram, karena pengerjaan pemasangan saluran IPAL komunal di wilayah RT 005 dan RT 006 tidak sesuai detail engineering design (DED).
Dalam perencanaan, sebelum pipa saluran dipasang mestinya galian tanah diberi pasir setebal sepuluh sentimeter.
Tujuannya agar pipa saluran IPAL stabil dan kokoh saat difungsikan kelak. Limbah padat yang akan dialirkan melalui pipa tersebut mempunyai tekanan, sehingga berpotensi mengguncang jaringan pipa. Bila pipa tak kokoh bisa terjadi masalah.
“Sesuai DED pemasangan sambungan pipa harus ada pasir di bawahnya dengan ketebalan 10 sentimeter. Tapi kita lihat bersama tidak ada lapisan pasir di bawah pipa-pipa ini. Ini harus dihentikan dan diberi pasir,” ujar Y.F. Sukasno.
Politikus PDIP itu memper-tanyakan keberadaan konsultan pengawas proyek yang membiar-kan pengerjaan sambungan pipa tak sesuai DED.
Padahal konsultan pengawas mendapat anggaran dari APBD 2019 untuk mengawasi pengerjaannya.
“Konsultan pengawas yang digaji dari uang rakyat harus bertanggung jawab. Pipa ini harus dibongkar kembali dan diberi pasir. Saya akan cek lagi nanti. Keberadaan pasir ini sangat penting agar sambungan pipa-pipa itu stabil,” terang dia.
Penuturan senada disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Janjang Sumaryono Aji yang juga ikut sidak. Menurut dia, tak adanya lapisan pasir di bawah jaringan pipa IPAL ditemukan di proyek IPAL komunal RT 005/RW 024 dan RT 006/RW 0024.
Dia mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek IPAL yang akan dimanfaatkan seratusan keluarga di dua wilayah tersebut. “Ini menjadi catatan kami ke depan. Jangan sampai proyek dikerjakan sekenanya sehingga cepat rusak,” pesan dia.
Perwakilan konsultan pengawas proyek IPAL komunal RW 024 Nusukan dari CV Athar Solo, Piere Tifani, saat diwawancara wartawan seusai sidak menyatakan segera melaksanakan apa yang menjadi perintah dari rombongan Komisi II DPRD Solo.
“Kami sudah ditegur seperti tadi dan segera kami laksanakan apa yang menjadi rekomendasi DPRD Solo. Yang sudah telanjur diuruk dan pipanya dipasang akan kami cek lagi dan diberi pasir sesuai yang tercatat di DED proyek ini,” tutur dia.