RUBICON MOBIL DINAS BUPATI Ketua DPRD Karanganyar Terkejut

SRI SUMI HANDAYANI

KARANGANYAR—Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo, mengaku terkejut perihal pengadaan mobil dinas Bupati Karanganyar, Jeep Wrangler Rubicon, senilai Rp1,989 miliar.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berharap pengadaan kendaraan dinas tersebut tidak menjadi fokus pembahasan masyarakat. Alasannya, kata dia, sesuai aturan yang berlaku, kepala daerah memiliki hak mendapatkan fasilitas kendaraan dinas.
Bagus menelusuri awal pengadaan kendaraan dinas bupati pada 2018. Namun, proses lelang beberapa kali gagal. Rencana terealisasi pada akhir 2019. Pembelian kendaraan dinas bupati menggunakan APBD Perubahan 2019.

”Saya tanyakan informasi itu dari awal. 2018 itu dianggarakan tetapi gagal lelang. Enggak tahu kegagalan karena apa. Saat itu saya belum menjabat ketua DPRD. Dianggarkan lagi dan muncul pemenang lelang pada APBD Perubahan 2019,” tutur Bagus saat dihubungi Koran Solo, Rabu (4/12).
Dia menjelaskan pos anggaran pembelian kendaraan dinas tidak menyebut detail merek. Penjabaran detail mengenai pengadaan kendaraan dinas Bupati Karanganyar pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
”Tidak disebutkan pembelian Rubicon. Saya pikir ya kendaraan Jepang rego Rp500 jutaan. Tapi ternyata lelang Rubicon. Dewan enggak tahu, tidak terpikirkan Rubicon. Pos anggaran tertulis pembelian kendaraan senilai sekian. [Anggota DPRD] banyak yang kaget. Harganya beli mobil sekelas itu,” ujar dia.
Pengadaan mobil dinas Bupati Karanganyar menarik perhatian masyarakat karena harga kendaraan dinilai fantastis. Dia mengharapkan ada evaluasi.
Di sisi lain, mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar yang saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, enggan memberikan penjelasan detail. Pengadaan mobil mewah itu muncul saat Sumanto menjabat Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2014-2019.
”Anggaran enggak boleh pakai merek. Sistem penganggaran begitu. Harga ya lupa. Hla ora ngapalke sak mono ambane [harga]. Tulisannya kendaraan begitu saja. Deal di APBD Perubahan 2019 menggunakan sistem e-catalog,” ungkap lelaki yang menjabat Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah itu.
Tidak Melanggar
Pengadaan mobil dinas Jeep Wrangler Rubicon untuk Bupati Karanganyar dinilai tidak melanggar aturan. Justru sebaliknya, kendaraan bikinan perusahaan otomotif Amerika Serikat itu cocok digunakan di segala medan terutama pegunungan seperti di Kabupaten Karanganyar.
”Saya itu punya hak membeli dan mendapatkan [kendaraan dinas], tapi tidak saya pakai [hak itu] sejak dulu. Apa pun, dipakai. Saya itu kendaraan apa pun oke-oke saja. Toh pakai sepeda gitu ya enggak masalah. Fasilitas tidak pernah ribut minta apa pun. Saya orang apa adanya. Wong ndeso juga,” kata Bupati saat dihubungi Koran Solo, Rabu.
”Yang penting saya bekerja dengan baik. Tidak ada [aturan] yang dilanggar. Kalau disediakan itu [Jeep Wrangler Rubicon] ya terima kasih. Enggak perlu ditulis begitu dong [kendaraan termewah]. Termewah, apanya. Kendaraan lapangan begitu kok. Sesuai dengan medan [di Kabupaten Karanganyar],” imbuh dia.
Dia menilai pembelian kendaraan dinas berkapasitas 2.000 cc, Rp1,989 miliar itu sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Oleh karena itu dia meminta masyarakat menilai kinerjanya dan bukan kendaraan apa yang dipakai.
”[Kendaraan dinas Toyota] Fortuner masih dipakai. Kendaraan kan untuk kerja dan untuk tamu. Ya terima kasih memberikan penghargaan untuk saya. Pemerintah mungkin keki karena [saya] tidak pernah minta. Jangan dibikin kontra, nyinyir enggak apa-apa. Soal dipakai atau tidak itu lihat urgensi,” ujar dia. (JIBI)