ASEAN PARA GAMES NPC Mulai Petakan Keruwetan di Filipina

SOLO—National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menyiapkan segala langkah untuk mengantisipasi keruwetan yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) di Filipina, Januari 2020.

Ivan Andimuhtarom
redaksi@koransolo.co

Hal itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan ofisial kontingen Indonesia yang saat ini mengikuti SEA Games 2019. Berbagai keluhan dari atlet negara peserta di SEA Games 2019 masih terjadi.
Masalah seperti sulitnya transportasi, kesiapan venue, dan sebagainya masih membayangi SEA Games 2019. NPC Indonesia tak ingin kendala yang dihadapi para atlet SEA Games juga terjadi pada atlet mereka.
“Kami sudah mendapat laporan dari rekan-rekan yang bertugas di SEA Games soal kendala yang mereka hadapi. Kami sudah memetakan masalah dan solusinya,” ujar Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, saat dihubungi Koran Solo, Kamis (5/12).
Rima menjelaskan, salah satu kesulitan yang akan mereka hadapi adalah berpencarnya venue pertandingan. Menurutnya, satu venue berada di Kota Manila, sembilan di Clark, dan enam venue berada di Subic.
Untuk kelancaran pengolahan data dan hasil pertandingan harian, NPC akan membuat tim pengolahan data dan monitoring serta evaluasi (monev) yang ditempatkan di tiga kota lokasi penyelenggaraan APG tersebut.
“Kami perlu membentuk posko utama di Clark, dan subposko Subic dan subposko Manila. Pengolahan data akan dilakukan di posko utama. Sementara di setiap subposko sebaiknya ada yang bertanggung jawab sebagai koordinator dengan dibantu staf bidang transportasi, bidang akomodasi, dan konsumsi,” paparnya.
Ia mengakui problem di Manila adalah perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya sangat merepotkan karena faktor macet. Hal itu menyulitkan mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.
“Problem transportasi akan kami atasi dengan menyewa mobil van yang berdedikasi untuk menempel ke cabor tertentu sehingga kami tidak terlalu bergantung dengan transportasi dari panitia,” kata lelaki yang juga menjadi pelatih kepala tenis meja NPC tersebut.
Sedangkan akses makanan halal yang terbatas di sana juga akan diantisipasi dengan bekerja sama dengan KBRI. Mereka akan membuka dapur umum dan membawa bahan pangan yang halal.
“Sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan teman-teman yang mengurus SEA Games terkait kendala yang mereka hadapi. Kami perlu seluruh masukan yang diperlukan agar kami dapat mengantisipasi segala masalah yang timbul,” kata dia. (JIBI)