Didi Kempot dan Semangat Perubahan Lorin Solo

Bayu Jatmiko Adi

Konser Banyu Langit bersama penyanyi Didi Kempot digelar sebagai rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Lorin Solo Hotel, Rabu (4/12) malam. Penampilan Didi Kempot disambut antusias para pengunjung hotel malam itu.
Sekitar pukul 20.50 WIB, Didi Kempot membuka konser dengan lagu Sewu Kutha. Para penonton yang semula duduk di lantai ballroom langsung berdiri dan ikut bernyanyi bersama musisi yang dijuluki Godfather of Broken Heart itu. Banyak pula penonton yang langsung menyalakan handphone (HP) dan mengambil gambar penampilan Didi Kempot.
Selain Sewu Kutha, dia juga menghibur penggemar dengan lagu-lagu andalan seperti Banyu Langit, Kalung Emas, Kangen Nickerie, Cidro hingga Stasiun Balapan. Saat membawakan lagu Kangen Nickerie, Didi Kempot berduet dengan General Manager Lorin Solo, Purwanto Yudhonagoro.
Suasana ballroom hotel itu tak henti-hentinya diwarnai teriakan para penonton yang ikut menyanyi dan berjoget. Suasana meriah hingga konser berakhir.
Public Relations Manager Lorin Solo Hotel, Dhani Wulandari, mengatakan konser Banyu Langit menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-21 Lorin Solo Hotel. Menurut dia, kehadiran sosok Didi Kempot di Lorin sejalan dengan semangat yang digelorakan pada ulang tahun kali ini.
”Tema ulang tahun ini adalah Tangguh, Tanggap, Tumandang. Tema memang kental dengan nuansa Jawa. Itu juga kenapa kami pilih Didi Kempot,” kata dia kepada wartawan di Lorin Solo Hotel, Rabu.
Didi Kempot merupakan seniman Solo yang dikenal dengan tembang-tembang Jawa ciptaannya. Meski mengusung tembang dengan lirik Jawa, karyanya kini diterima semua kalangan, termasuk kalangan milenial. Hal itulah yang diharapkan juga terjadi pada Lorin Solo Hotel.
”Kami pun berharap dengan usia yang sudah 21 tahun ini, kami bisa tanggap dengan perubahan zaman sehingga tetap bisa diterima semua kalangan,” jelas Dhani.
Seiring perkembangan zaman, ke depan Lorin akan tanggap dengan perubahan termasuk dari sisi digitalisasi serta inovasi yang bisa menarik pengunjung. Dia membocorkan sekilas informasi mengenai rencana fasilitas baru bagi pengunjung hotel itu pada 2020.
”Rencana di 2020 nanti kami akan sulap salah satu meeting room kami menjadi arena karaoke. Sejauh ini pengunjung kami kebanyakan adalah pengunjung MICE, hampir sekitar 55%. Kami berharap dengan penambahan fasilitas itu bisa untuk wahana hiburan. Tapi masyarakat umum bisa menikmatinya,” lanjut dia.
Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan dan peningkatan kualitas pelayanan, Lorin Solo Hotel optimistis akan tetap mendapat tempat di hati masyarakat, meski jumlah kompetitor di Soloraya terus bertambah.