gojek indonesia Misi Mendukung Lahirnya UMKM Baru

SOLO—Perusahaan teknologi Gojek Indonesia berkomitmen meningkatkan taraf hidup mitra beserta keluarga mereka melalui berbagai upaya.

Bayu Jatmiko Adi
redaksi@koransolo.co

Salah satu program yang dilakukan Gojek adalah mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi keluarga dan mitra Gojek, seperti yang digelar Kamis (5/12) di Solo.
Gojek memberikan pelatihan bagi mitra yang tertarik untuk mengembangkan usaha mandiri, terutama di bidang kuliner. District Head Gojek Solo, Mariana Wijayanti, mengatakan melalui kegiatan itu Gojek ingin membantu mitra driver Gojek agar bisa mendapatkan tambahan penghasilan.
”Itu komitmen Gojek untuk mengembangkan industri nonformal di Indonesia, salah satunya usaha mikro, kecil, dan menengah [UMKM]. Kenapa kuliner? karena itu yang langsung terintegrasi dengan platform kami, Gofood,” kata dia kepada wartawan di Solo, Kamis.
Solo, sebagai kota yang dikenal dengan kulinerny,a sangat potensial untuk pengembangan usaha kuliner. Merchant Gofood di Soloraya saat ini mencapai lebih dari 14.000 mitra.
Pelatihan hari itu dilaksanakan di Rumah Makan Kepiting Mas Agus, Manahan. Pelatihan diikuti 60 seperta yang merupakan mitra driver Gojek maupun keluarga mereka. Pelatihan serupa tidak hanya digelar di Solo, namun juga di kota-kota lain.
Pada acara itu, Gojek menggandeng seorang mompreneur, penggiat sosial, dan mitra merchant Gofood di Solo, Liesmianingsih; serta kreator konten kuliner Nico @Gagaldietlagi untuk memberikan pelatihan. Acara juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Solo, Nur Haryani.
Pelatihan ini untuk membuka wawasan seputar potensi bisnis kuliner di Solo, tips, dan cara mengembangkannya sesuai dengan potensi yang dimiliki mitra dengan modal yang minim. Peserta diberikan kesempatan untuk belajar tentang bagaimana membuat foto kuliner dengan bahan dan peralatan pendukung yang sederhana, namun memiliki daya tarik saat diunggah di media sosial.
Tak hanya itu, mereka diberi kesempatan untuk praktik dan dikompetisikan. Tahapan selanjutnya dari pelatihan ini adalah peserta akan dibina untuk menjadi pelaku bisnis mikro melalui aplikasi GoBiz dari Gofood.
Seorang peserta pelatihan, Lisa Ernawati, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dia ingin mengembangkan usaha angkringan yang rencananya menjadi mitra Gofood.
”Tentunya sangat bermanfaat untuk menambah wawasan. Saya sangat ingin buka usaha tapi tidak tahu caranya. Bagaimana memanfaatlan teknologi, manajemen, dan sebagainya,” kata istri seorang driver Gojek asal Solo tersebut.
Pada acara itu, Liesmianingsih memberi penjelasan manajemen usaha dan motivasi kepada para peserta pelatihan. Lies merupakan pengusaha Solo yang memiliki 10 gerai makanan dan bidang usaha lainnya seperti Resto Gule Kepala Ikan Mas Agus, EsPoconk, Kepiting Mas Agus, Balekambang Resto, Pasar Ikan Higienes Balkam, dan Soto & Ayam Goreng Ny. Utami.
Dia bercerita perjalanan merintis usaha dari nol. Lies pernah berada di posisi yang sangat terpuruk karena bangkrut. Namun karena optimistis, sabar, tidak melupakan agama, berbakti kepada orang tua, serta terus berbuat baik, usaha yang dia kembangkan berjalan sukses.
Sementara itu, Nur Haryani mengatakan kegiatan yang digelar Gojek tersebut sangat berharga. “Kami di pemerintahan memiliki program untuk mencetak wirausaha baru yang sangat berkorelasi dengan program Gojek. Kalau bisa disatukan tentu harapannya bisa semakin maju,” ungkap dia. (JIBI)