Inovasi Teknologi Berbasis 5G

Keunggulan teknologi internet generasi kelima (5G) dapat mendorong revolusi inovasi yang tidak terbayangkan sebelumnya di berbagai industri. Sejumlah negara pun sudah mulai menguji coba pemanfaatan teknologi 5G di berbagai bidang, mulai dari otomotif, kesehatan, hingga pertanian.

Dewi Andriani
redaksi@jibinews.co

Teknologi Drone

Untuk memanfaatkan kekuatan latensi 5G, banyak perusahaan yang menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone untuk digerakkan dari jarak jauh guna memantau berbagai proses, mulai dari lalu lintas, keselamatan kerja, hingga aktivitas pertanian.
Aplikasi drone yang memanfaatkan teknologi koneksi 5G yang begitu stabil dapat membantu para petani menyemprotkan pestisida ke ladang dengan proses operasi jarak jauh.
Teknologi drone ini juga dapat memudahkan polisi berpatroli via udara dengan memantau kondisi lalu lintas secara realtime didukung resolusi 8K sehingga memberikan tampilan video beresolusi tinggi, dengan detail gambar yang makin jelas dan tajam.
Selain itu, di Hamburg Port Authority (HPA), Jerman, teknologi 5G diadopsi sejak 2018 untuk memantau kondisi terkini posisi peti kemas, sehingga pusat kendali dapat mengarahkan kapal peti kemas yang datang ke tempat berlabuh yang tepat, yaitu tempat dengan kondisi penumpukan peti kemas kosong.

Kendaraan Otonom

Sejumlah pabrikan otomotif mulai menggarap mobil otonom yang digadang-gadang sebagai kendaraan masa depan.
Perkembangannya diperkirakan makin pesat dengan masuknya era teknologi 5G yang memung­kinkan semua hal dapat dioperasikan melalui perangkat mobile.
Salah satu teknologi radar canggih berbasis 5G yang digunakan untuk kendaraan otonom tengah digarap oleh perusahaan teknologi Huawei. Pengembangan teknologi otonom oleh Huawei dilakukan dengan merancang kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI) untuk kendaraan self driving.
Huawei dikabarkan siap bekerja sama dengan sejumlah pabrikan otomotif seperti Audi, GAC Group, Beijing New Energy Automobile, dan Changan Automobile.
Selain mobil, teknologi 5G juga telah diperkenalkan operator bus di Beijing yaitu Beijing Public Transport Corporation (BPTC) dan Mobileye milik Intel di Beijing untuk uji coba bus otonom yang telah dilengkapi rute jalan serta sistem berteknologi tinggi.

Operasi Jarak Jauh

Latensi rendah yang dimiliki teknologi 5G dapat dimanfaatkan oleh indutri kesehatan dalam melakukan operasi jarak jauh atau telemedicine sehingga dokter dapat melakukan operasi tanpa terkendala ruang dan jarak.
Pencapaian pada bidang kesehatan ini telah dilakukan oleh dokter di China yang melakukan bedah ortopedi jarak jauh dengan pasien yang lokasinya berada 1.000 kilometer dari sang dokter.
Operasi tersebut dilaksanakan dengan dukungan teknologi berkecepatan tinggi dan latensi rendah dari 5G yang disediakan China Telecom dan raksasa teknologi Huawei.
Operasi jarak jauh dengan teknologi 5G juga dimanfaatkan untuk mendukung jalannya operasi lambung pada seekor babi di Fuzhou, Provinsi Fujian, China.
Dalam proses operasi tersebut, lobulus (kelenjar) hati babi dikeluarkan oleh seorang dokter dengan mengendalikan lengan bedah robotik yang berada sekitar 32 mil jauhnya.
Dengan latensi 0,1 detik dari koneksi 5G yang stabil dari Huawei Technologies, operasi yang diuji coba China Unicom tersebut terbilang sukses, dan hanya meninggalkan luka bedah kecil. (JIBI/Bisnis Indonesia)