KA Bandara Tak Hanya untuk Penumpang Pesawat

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo, Selasa (24/12) mendatang.

Meski statusnya KA Bandara, namun semua orang bisa naik kereta jurusan Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan tersebut.
“Semua boleh naik KA Bandara asal punya tiket, jadi tidak hanya penumpang yang memegang tiket pesawat terbang yang boleh naik,” ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, saat dihubungi Koran Solo, Kamis (5/12).
Eko menyatakan PT KAI menyiapkan empat train set untuk melayani dua bandara, yakni dua train set untuk relasi Solo Balapan-Stasiun Bandara Adi Soemarmo dan dua trains set Stasiun Maguwo-Stasiun Wojo (Yogyakarta International Airport). KA Bandara ini menggunakan KA yang kini difungsikan sebagai KA Solo Ekspres relasi Solo-Jogja pergi pulang.
Menurutnya, KA Solo Ekspres yang bakal jadi KA Bandara ini merupakan kereta rel diesel elektrik (KRDE) buatan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun. KA ini berkapasitas 396 penumpang, yakni 196 penumpang duduk dan 200 penumpang berdiri.
Di samping itu, kereta ini memiliki berbagai fasilitas. Di antaranya AC, TV, stop kontak, dan toilet. Kereta ini juga mengakomodasikan kepentingan penumpang berkebutuhan khusus dengan disediakannya area bagi penumpang berkursi roda.
KA Bandara yang bakal beroperasi mulai Jumat (20/12) mendatang akan lalu lalang (trip) sehari 60 kali. KA tersebut memiliki rute Stasiun Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo yang berjarak sekitar 12,997 km. KA melewati tiga stasiun, yakni Solo Balapan, Kadipiro, dan Bandara.
Eko memaparkan KA ini berangkat dari Stasiun Solo Balapan paling awal pukul 04.25 WIB dan terakhir pukul 23.14 WIB. Sedangkan dari Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo, KA berangkat paling awal pukul 04.53 WIB dan terakhir pukul 23.42 WIB. Perjalanan dari Stasiun Solo Balapan sampai Stasiun Bandara ditempuh 19 menit.
Dari kalkulasi Koran Solo, kereta akan melewati Palang Joglo antara 29 menit hingga 53 menit sekali. Waktu tersebut belum termasuk kereta barang dan lainnya yang melewati jalur itu.
General Manajer Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis, menyebut persiapan peresmian KA itu. “Semua sudah siap, stasiun oke, treknya juga sudah rampung pengerjaannya. Kami rencanakan KA Bandara operasi dulu, baru diresmikan,” ujar Abdullah Usman.
Infrastruktur penghubung dan pendukung KA Bandara sudah siap, yakni terminal baru Bandara Adi Soemarmo yang sudah beroperasi pada 14 Agustus lalu. Terminal keberangkatan baru tiga lantai ini langsung terkoneksi dengan ruang tunggu Stasiun KA Bandara di lantai II.
Pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Syafii, menilai 60 trip KA Bandara akan membuat lalu lintas di kawasan Palang Joglo mengalami kemacetan parah.
Rekayasa dan manajemen lalu lintas di kawasan itu tidak akan cukup untuk mengurai atau mencegah terjadinya kemacetan. Menurut dia, Pemkot Solo harus segera mendorong dibangunnya flyover Palang Joglo.
“Langkah jangka pendek yang harus dilakukan dengan beroperasinya KA Bandara tentu rekayasa lalu lintas. Setelah itu mendorong segera dibangunnya flyover Palang Joglo agar tidak terjadi kemacetan parah,” ujar dia.
Syafii menilai Pemkot Solo bisa meminta bantuan anggaran pemerintah pusat. Pembangunan flyover di kawasan tersebut akan menyedot anggaran tidak sedikit.
“Sebenarnya rencana pembangunan flyover Joglo sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Ini perlu didorong lagi dengan berharap bantuan dari pusat. Dorongan yang sama juga bisa dilakukan Pemprov ke pusat,” urai dia. (Kurniawan/JIBI)