Menanti Manfaat Generasi Kelima

Penggunaan teknologi informasi generasi kelima atau 5G tinggal menunggu waktu. Cepat atau lambat, teknologi ini akan menawarkan solusi untuk kepentingan yang lebih besar, termasuk bagi perusahaan rintisan berbasis ekonomi digital.

Dionisio Damara
redaksi@jibinews.co

Sejumlah pakar menyatakan, penerapan 5G bakal mengubah model bisnis di dalam negeri. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah rendahnya tingkat latensi dalam penggunaan teknologi informasi.
Latensi merupakan jeda waktu pengiriman perintah dan penerimaan perintah perangkat digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diklaim akan mendorong orang untuk makin sering mengakses data.
Menurut laporan e-Economy SEA 2019—hasil riset Google, Temasek Holdings Pte., dan Bain & Company—menyatakan bahwa pada periode 2015 sampai dengan semester I/2019 terdapat tujuh perusahaan teknologi berstatus unikorn di Asia Tenggara yang mengumpulkan pendanaan US$24 miliar.
Saat ini, perusahaan berstatus unikorn di Asia Tenggara adalah Tokopedia, Bukalapak, Gojek, Grab, Lazada, Bigo, OVO, Razer, SEA Group, Traveloka, dan VNG.
VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan bahwa lebih dari satu dekade, Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia terus bertransformasi menjadi salah satu super-ecosystem digital.
Super-ecosystem itu menurutnya merupakan infrastruktur menyeluruh yang mampu mempermudah kehidupan masyarakat lewat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, demi mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital.
Untuk itu, selama 10 tahun ke depan, Tokopedia akan fokus membantu semua profesi di Indonesia. Misalnya saja petani, nelayan, pemilik warung, hingga profesi lain yang melakukan keseluruhan aktivitas dan layanan secara luar jaringan atau luring.
Dengan demikian, Tokopedia akan mendorong seluruh aktivitas tersebut menjadi perusahaan teknologi melalui ekosistem perusahaan, sehingga membantu profesi yang terkait untuk selalu relevan terhadap perubahan zaman.
“Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah bersama ke depannya, bagaimana Tokopedia bisa menjadi super -ecosystem, yang konsisten melahirkan beragam inovasi bersama para mitra strategis demi mengangkat kelas seluruh profesi di Indonesia dan memberikan pengalaman terbaik, baik secara online maupun offline,” katanya.
Berlandaskan komitmen itu, Tokopedia menyambut baik segala bentuk inisiatif pemerintah yang ramah terhadap lahirnya inovasi. Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur yang mendukung kehadiran jaringan 5G di Indonesia.
Inklusi Keuangan
Nuraini berpendapat perluasan penetrasi jaringan internet di Indonesia mampu mempermudah masyarakat untuk mengakses berbagai inovasi digital, baik untuk menciptakan peluang maupun mencapai peruntungan yang lebih.
Selain itu, keberadaan jaringan 5G dinilai dapat mengakselerasi misi besar Tokopedia, yakni pemerataan ekonomi secara digital.
“Dukungan infrastruktur hingga ke pelosok juga bisa mendukung fokus Tokopedia untuk terus go local karena bagi kami, Makassar lebih penting dari Manila, Sukanagara lebih penting dari Singapura,” tuturnya.
Berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Tokopedia berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan baru hingga 10,3%, sedangkan sepanjang 2019, perusahaan ini menyumbang 1,5% total pergerakan ekonomi Indonesia.
Sementara itu, VP of Engineering Bukalapak Mohammed Alabsi menyampaikan bahwa salah satu unikorn Indonesia itu menyambut baik segala perkembangan teknologi yang dapat membawa dampak positif pada kehidupan masyarakat, termasuk akses internet yang lebih cepat.
“[Internet 5G] akan membantu pengguna menikmati pengalaman yang mudah dan menyenangkan di platform Bukalapak serta mewujudkan misi perusahaan dalam meningkatkan literasi digital serta menciptakan masyarakat inklusif di Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, Bukalapak fokus untuk memperkokoh marketplace perusahaan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan potensi ritel di Indonesia. Alabsi menjelaskan bahwa fokus kegiatan tersebut akan berpusat pada inti bisnis perusahaan.
Inti bisnis itu meliputi jawaban dari kebutuhan masyarakat dan mendukung implementasi tata kelola pemerintah digital. “Tentunya kami akan selalu adaptif dengan perkembangan dan menyesuaikan dengan strategi bisnis kami.”
Alhasil, perkembangan teknologi generasi kelima siap dinanti oleh berbagai pihak untuk menciptakan beragam inovasi yang niscaya mampu memudahkan kehidupan masyarakat.
Seperti yang diutarakan oleh Eric Schmidt dan Jared Cohen dalam The New Digital Age (2014), hal terbaik yang bisa dilakukan semua orang untuk meningkatkan taraf hidup di seluruh dunia saat ini adalah mendorong konektivitas dan peluang teknologi baru.
Salah satu aktivitas yang kemungkinan akan ramai dengan adanya konektivitas dan peluang teknologi dengan kecepatan jaringan internet 5G adalah transaksi bisnis.
Sementara itu, digitalisasi di tingkat global telah menghadirkan kemudahan dan membuka peluang besar bagi kehadiran sejumlah bisnis baru.
Tidak terhitung usaha rintisan yang lahir oleh sokongan teknologi digital, yang membuat investor berlomba-lomba menanamkan modalnya pada startup. (JIBI/Bisnis Indonesia)